SAMPIT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar rapat koordinasi pendalian dan evaluasi kegiatan pembangunan daerah triwulan II Kabupaten Kotim tahun 2023. Bedasarkan hasil kesimpulan rapat tersebut seluruh terget pembangunan tidak tercapai.
“Pencapaian atau realisasi pendapatan dan belanja daerah per 30 Juni 2023, belum mencapai 50 persen,” kata Kepala Badan Perencanaan Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapelitbang) Rofiq Iswandi, Selasa 11 Juni 2023
Disebut Rofiq, terget untuk pendapata dan belanja daerah itu 50 persen. Namun nyatanya per 30 Juni 2023 kemarin untuk pencapaian pendapatan dari target Rp2 triliun lebih itu realisasinya sampai dengan saat ini sebesar Rp891 miliar.
Begitu juga dengan penyerapan belanja daerah, ada empat komponen belanja yaitu operasi, modal, tidak terduga dan transfer dengan pagi Rp2 triliun lebih, sedangkan realisasinya Rp822 miliar atau 39, 06 persen. Sedangkan terget 50 persen. Sehingga belum tercapai sebesar 11 persen.
“Serapan belanja modal masih belum maksimal serta serapan DAK fisik dan non fisik masih rendah. Kemudian progres pelaksanaan pengadaan barang dan jasa tidak tercapai. Sehingga perlunya percepatan kinerja pelaksanaan program dan kegiatan dengan sisa waktu enam bulan, ” sebutnya.
Sementara Bupati Kotim Halikinnor yang memimpin rapat tersebut mengungkapkan penyebab tidak tercapainya target karena keterlambatan lelang yang dilakukan oleh OPD setempat.
“Setiap tahun dan bulan kita ada evaluasi pengendalian seperti tahun ini ada yang masih tidak mencapai target sekalipun kita di Kalteng masih peringkat satu pada bulan lalu sekarang peringkat dua. Artinya kita masih diatas, tapi kalau dari target pemerintah pusat kita masih di bawah. Kalau saya lihat kendalanya karena keterlambatan melaksanakan lelang,” ucapnya.
Lanjutnya, keterlambatan lelang terjadi karena pengusulan perencanaan yang terlambat. Jika persiapan dilakukan sejak Desember, maka diperkirakan awal tahun pekerjaan dapat dilakukan. Sementara yang terjadi lelang dilakukan Juni atau Juli.
“Pada tahun depan dipecahkan masalah ini. Pertama lelang jangan terlambat, kalau lelang di bulan Juni atau Juli otomatis realisasinya September atau Oktober. Pasti terlambat. Selain itu kendalanya juga personel kita terbatas. Insya Allah tahun depan kita perbaiki. target pendapatan tidak tahu persis kenapa ada yang melebihi target ada yang tidak, apakah karena penetapan tidak rasional atau masih belum,” terangnya.
(dev/matakalteng.com)





















Discussion about this post