SAMPIT – Angin kencang kerap kali melanda Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terutama pada saat sore hari dan akan berhenti ketika sudah mulai senja.
“Hal itu karena terdapat perbedaan tekanan udara antara utara ekuator dengan selatan ekuator, dimana saat ini tekanan udara di utara ekuator lebih tinggi daripada tekanan di selatan ekuator,” kata Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandar Udara H Asan Sampit, Musuhanaya, Kamis 5 Januari 2023.
Dikatakannya, terbentuknya angin pada dasarnya akibat terjadinya perbedaan tekanan udara di dua lokasi. Perbedaan ini umumnya terjadi karena akibat adanya perbedaan suhu.
“Perbedaan suhu antara laut dan daratan menyebabkan perbedaan tekanan yang memicu aliran angin. Semakin besar perbedaan tekanan yang terjadi, maka angin yang dihasilkan pun akan semakin kencang yang umumnya terjadi di permukaan,” jelasnya.
Dia menjelaskan downburst terjadi saat udara yang terkondensasi pada bagian atas awan terjatuh, membawa banyak udara dengan cepat, dan menyebar saat mencapai permukaan tanah, hingga menghasilkan angin berkecepatan tinggi, mencapai 160 km/jam.
Kecepatan angin pada downburst ini dapat menyebabkan korban jiwa, pohon tumbang, kerusakan struktur bangunan, serta memicu kecelakaan pesawat saat mendarat meski berdurasi singkat.
“Angin kencang biasanya memang sering terjadi saat siang atau sore hari ketika musim pancaroba atau mendekati peralihan musim antara musim hujan dan kemarau seperti sekarang ini,” ungkapnya.
(dia/matakalteng.com)





















Discussion about this post