SAMPIT – Seorang pasien asal Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diketahui belum lama ini ada terindikasi gagal ginjal akut. Namun penyebabnya belum dapat dipastikan akibat mengkonsumsi sirup.
“Pasien itu pertama kali periksa di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Murjani Sampit pada awal Agustus lalu. Pertama didiagnosa anemia atau zat besinya rendah,” kata Wakil Direktur RSUD dr Murjani Sampit, dr. Ahya Rizdkie, Kamis 10 November 2022.
Lanjutnya, setelah dilakukan tes darah terhadap pasien berumur 21 tahun tersebut, hasilnya menunjukkan adanya keganasan pada sel darah. Sehingga untuk penanganan lebih lanjut, rencananya pasien akan dirujuk ke Rumah Sakit Ulin Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).
“Karena hanya disana yang ada fasilitasnya. Ternyata pasien dirujuk ke Surabaya. Dari hasil pemeriksaan RS tersebut ada gangguan ginjal,” sampainya.
Mengetahui adanya hasil pemeriksaan tersebut, pihak RSUD dr Murjani langsung melakukan penelusuran pada penanganan serta obat yang diberikan oleh pihaknya saat di rawat. Ternyata, tidak ada pemberian obat sirup terhadap pasien tersebut.
“Jadi sebenarnya gangguan ginjal itu tidak semata-mata karena minum obat sirup yang mengandung Gluserin itu. Banyak penyebabnya, dari pola hidup atau adanya infeksi virus. Jadi kita ga bisa memastikan penyebab gagal ginjal akut ini,” ucapnya.
Disampaikan, sampai saat ini tidak ada lagi pasien yang dirawat lantaran gagal ginjal akut. Namun yang mendominasi adalah pasien flu diiringi sesak nafas. Itu disebabkan karena musim pancaroba.
(dev/matakalteng.com)




















Discussion about this post