SAMPIT – Koperasi dan Usaha Mikro Menengah Kecil (UMKM) berperan penting dalam perekonomian. Jika tidak ada Koperasi maupun UMKM akan sangat berdampak bagi perekonomian nasional, salah satunya perubahan tersebut ialah pengangguran akan meningkat, dan perdagangan bebas.
Akademisi asal Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang juga Anggota HMI Badko Kalimantan Selatan dan Tengah (Kalsel-Teng) Yulita Ulfa mengatakan, perlu hadirnya peran pemerintah dalam mendukung koperasi serta UMKM yang ada di daerah agar lebih berkembang.
“Baik itu dalam hal melakukan pembinaan maupun dalam bentuk lainnya, karena saat ini koperasi serta UMKM di Kotim ini masih banyak yang belum maksimal. Bahkan ada koperasi yang tidak melakukan rapat akhir tahun (RAT), padahal ini adalah agenda wajib yang harus dilakukan koperasi setiap tahunnya sebagai salah satu syarat koperasi aktif,” kata Yulita, Jumat 30 September 2022.
Yulita yang sekarang ini tengah mengikuti Latihan Kader III HMI menjelaskan, koperasi adalah merupakan sebuah soko guru perekonomian Indonesia, maka keberadaannya dan eksistensinya dijamin dengan undang-undang. Sedangkan UMKM adalah usaha produktif yang memiliki perorangan maupun badan usaha yang memenuhi kriteria sebagai usaha mikro.
“Peran koperasi dalam perekonomian membangun dan mengembangkan potensi serta kemampuan ekonomi anggota khususnya ke masyarakat yakni untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya,” ujarnya.
Sedangkan UMKM memiliki peran yang sangat penting bagi kesejahteraan rakyat dengan membuka lapangan pekerjaan dan menambah pendapatan masyarakat sekitar sehingga dapat mencukupi kebutuhan pangan, papan dan sandang.
“Fungsi pengawasan dari pemerintah juga mempengaruhi keaktifan koperasi serta UMKM di daerah. Terlebih agar anggota koperasi diisi dengan warga setempat, sehingga kehadiran koperasi sesuai dengan tujuannya yakni mensejahterakan masyarakat,” tegasnya.
Begitu juga dengan UMKM, karena pelaku UMKM saat ini masih berusaha bangkit pasca dilanda pandemi, selain harus berinovasi juga memerlukan dukungan misal dalam bentuk pemasaran.
“Yang paling krusial saat ini dihadapi para pelaku UMKM yaitu pemasaran, meski produk banyak dibuat namun pemasarannya masih belum maksimal. Pemerintah bisa membantu dengan membuat pemasaran online atau sejenisnya agar target pasar lebih luas,” tandasnya.
(dia/matakalteng.com)




















Discussion about this post