SAMPIT – Tersumbatnya saluran drainase hingga menyebabkan banjir kerap kali dikeluhkan masyarakat kepada pemerintah setempat agar melakukan tindakan. Padahal kebersihan drainase khususnya yang berada disekitar rumah merupakan tanggung jawab bersama.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Kawasan Permukiman (PUPRKP) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Kaspulzen Heriyanto mengatakan, pihaknya memang mempunyai tim untuk melakukan perawatan drainase hingga melakukan pemangkasan rumput di sekitar drainase.
“Namun, peran serta masyarakat untuk menjaga kebersihan dengan rutin membersihkan saluran drainase di lingkungan sekitar rumah menjadi tanggung jawab bersama. Hal tersebut untuk mengatasi kendala keterbatasan sumber daya manusia,” ujarnya, Jumat 3 Juni 2022.
Pihaknya juga mengimbau, saluran drainase yang dipenuhi tumpukan rumput, sampah, sama-sama dibersihkan oleh warga setempat, misal dengan melakukan gotong royong rutin bersama-sama RT dan warganya mulai dari saluran di lingkungan sekitar rumah.
“Persoalan banjir yang terjadi di Sampit ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab semua masyarakat untuk lebih peduli memperhatikan kebersihan dan kelancaran saluran drainase di sekitar rumahnya. Jangan sampai menumpuk sampah sehingga saluran menjadi tersumbat,”tegasnya.
Menurutnya, jika bersama-sama merawat kebersihan lingkungan maka tidak akan ada saluran drainase yang tersumbat bahkan mengakibatkan banjir. Maka dari itu harus rutin dibersihkan dan jangan membuang sampah sembarangan. “Karena ini untuk kenyamanan bersama juga, jadi mari peduli akan kebersihan lingkungan terutama lingkungan di sekitar rumah terlebih dahulu,” pungkasnya.
(dia/matakalteng.com)




















Discussion about this post