SAMPIT – Penanggung jawab Laboratorium PCR BSL II RSUD dr Murjani Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dr Ikhwan Setiabudi mengungkapkan gejala Omicron atau B.1.1.529 itu hampir sama seperti batuk pilek namun penyebarannya lebih cepat.
“Gejala Omicron lebih cenderung ke batu pilek, tapi penyebarannya lebih cepat,” katanya, Sabtu 29 Januari 2022. Jika virus Covid-19 varian Delta daya tularnya tujuh kali lebih cepat apabila dibandingkan dengan virus yang pertama kali muncul di sebelumya. Sedangkan Omicron lima kali lebih cepat apabila dibandingkan dengan varian Delta.
Hal itu dikarenakan varian Omicron telah mengalami perubahan genetik dan mengubah protein spike untuk masuk dan menempel pada sel manusia, sehingga penularannya pun menjadi lebih cepat, menurut WHO. “Jadi Omicron ini penularannya hanya memerlukan 1-3 hari pasien terpapar ada yang bergejala dan tidak,” sebutnya.
Meski demikian, varian Omicron memiliki tingkat keparahan yang lebih rendah jika dibandingkan dengan varian delta. Tetapi, ketika varian Omicron memiliki daya tular yang lebih cepat dan tidak ada langkah antisipasi lebih awal, banyak orang yang terinfeksi akan berisiko terjadi penularan yang lebih luas.
“Makanya meski tingkat keparahannya tidak seberapa, tapi kita tetap waspada harus disiplin protokol kesehatan dan satu lagi jangan stres. Karena kalau stres kita akan mudah terpapar,” ujarnya.
Diketahui bahwa untuk Kotim sendiri telah kembali ditemukan kasus positif Covid-19 dari hasil pemeriksaan PCR pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Murjani Sampit sebanyak 8 orang, satu diantaranya adalah warga Kabupaten Seruyan. Lebih parahnya lagi sejumlah pasien yang saat ini menjalani isolasi mandiri itu diduga terpapar varian Omicron.
(dev/matakalteng.com)





















Discussion about this post