SAMPIT – Pencegahan Stunting oleh Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dilakukan sejak usia dini. Melalui Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kotim pencegahan itu diterapkan sejak anak berada di bangku Pendidikan Usia Dini (PAUD).
“Himpaudi Kotim saat ini sudah ada MoU dengan Kementerian Kesehatan dan juga Dinas Pendidikan bahwa Himpaudi terlibat dalam pencegahan stunting,” kata Ketua Himpaudi Kotim, Sri Subyanti, Selasa 27 September 2021.
Melalui program PAUD Holistik Integratif (HI), pihaknya terus melakukan pemantauan kepada sejumlah anak di PAUD yang ada di wilayah Kotim, seperti penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan setiap bulannya. Program PAUD HI sendiri adalah penanganan anak usia dini secara utuh (menyeluruh) yang mencakup layanan gizi dan kesehatan, pendidikan dan pengasuhan, dan perlindungan, untuk mengoptimalkan semua aspek perkembangan anak yang dilakukan secara terpadu. “Saat ini ada 20 lembaga PAUD HI yang menjadi sedang menjadi sasaran dan melaksanakan deteksi. Setiap bulan tenaga pendidik kami mengadakan penimbangan dan pengukuran tinggi anak untuk mengetahui sesuai tidak antara pertumbuhan dan usianya,” jelasnya.
Menurutnya dengan begitu akan terlihat apakah anak tumbuh dengan baik atau tidak. Disampaikan pula bahwa banyak masyarakat menyampaikan kepada pihaknya, bayi-bayi terlihat kurang sehat ini sudah banyak terjadi apalagi di lokasi-lokasi khusus di Kotim. Sehingga yang perlu pembinaan dan asupan gizi berupa makanan tambahan. “Untuk Himpaudi sendiri telah bekerjasama dengan Puskesmas setempat di wilayah masing-masing, agar ada arahan apa yang dilakukan oleh tenaga pendidikan PAUD saat melakukan pengecekan tumbuh kembang anak,” papar Sri Subyanti.
Disebutkan untuk usia dini anak itu 0 sampai 6 tahun. Dimana Tempat Penitipan Anak (TPA) yaitu usia 0-2 tahun, usia kelompok bermain yaitu 2-4 tahun dan Taman Kanak-kanak (TK) 4-6 tahun. Pada usia tersebut ada 6 aspek yang dikembangkan, salah satunya untuk PAUD adalah bermain dan belajar.
Sri Subyanti mengatakan jika anak gagal tumbuh atau stunting maka tidak dapat melakukan aspek tersebut. Lantaran untuk melakukan itu diperlukan badan yang sehat dan cerdas. “PAUD hanya bermain dan belajar sehingga dengan mereka bermain, dapat membangun kecerdasannya, ketika anak bermain anak harus memiliki badan yang sehat, dia tidak dapat bermain ceria kalau tidak memiliki asupan gizi yang sesuai. Untuk mencapai itu anak harus perlu makanan sehat agar menjadi anak yang cerdas dan ceria dan itu juga mencegah stunting,” tutupnya.
(dev/matakalteng.com)





















Discussion about this post