SAMPIT – Komunitas Uluh Tabela dan Lembaga Adat Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyelenggarakan Webinar tentang rencana pembuatan kamus besar bahasa Sampit.
Webinar itu dilaksanakan pada 25 Agustus 2020 dengan tema Urgensi Kamus Untuk Menjaga Eksistensi Bahasa Sampit, yang dilaksanakan secara daring dan diikuti oleh 37 peserta.
Acara yang berdurasi 2 jam ini diselenggarakan secara daring melalui aplikasi zoom dan menggandeng Balai Bahasa Kalimantan Tengah. Dimana kegiatan ini juga didukung penuh oleh ketua STKIP Muhammadiyah Sampit yang disampaikan oleh ketuanya melalui sambutan.
Kepala Balai Bahasa Kalimantan Tengah juga mengapresiasi kegiatan ini, ini karena konservasi bahasa daerah merupakan salah satu program kerja Balai Bahasa.
Seminar yang diikuti oleh berbagai kalangan seperti anak muda, mahasiswa, tokoh bahasa Sampit, dan para akademisi ini berjalan dengan lancar.
Dimana hadir sebagai narasumber Anthony Suryanyahu yang saat ini berprofesi sebagai analisis Kata dan Istilah Balai Bahasa Kalimantan Tengah.
Menurut Sandy Ramadhan, selaku ketua tim pelaksana sekaligus Duta Bahasa Kalimantan Tengah, kegiatan ini merupakan langkah awal untuk merealisasikan rencana pembuatan kamus Bahasa Sampit.
“Diperlukan pedoman yang ilmiah dan akademis sehingga kamus nanti dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya, Selasa 1 September 2020.
Lanjutnya, bahwa pembuatan kamus sendiri merupakan program kerja yang sudah lama dirancang oleh Lembaga Adat dan Budaya Sampit. Para tokoh ini telah mengumpulkan ribuan kosakata bahasa Sampit.
“Demikian juga dengan komunitas Paduli Basa Itah juga telah memiliki database kosakata. Sehingga perlu dilakukan upaya yang strategis agar dapat menghasilkan kamus yang baik dan benar,” ungkapnya.
Anthony selaku narasumber turut mengapresiasi kegiatan ini, menurutnya selama 20 tahun ia bekerja baru pertama diundang untuk menjadi narasumber kamus secara daring.
“Apalagi kegiatan ini diselenggarakan oleh anak muda dan didukung penuh oleh generasi sebelumnya,” ujarnya penuh semangat.
Selanjutnya, acara seminar diakhiri dengan sesi diskusi yang disambut antusias oleh para peserta dan narasumber.
(dia/matakalteng.com)





















Discussion about this post