SAMPIT – Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) yang digelar oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diikuti oleh para peserta yang memiliki inovasi di bidang teknologi. Hal yang sangat kreatif dan dinilai bermanfaat adalah karya dari para siswi SMAN 2 Sampit.
Kelompok yang terdiri dari Astry Avrillia, Azkia Lestari Mulyaputeri, Desti Ariani, dan Shabila Fatimah ini membuat alternatif sumber energi listrik dengan memanfaatkan air gambut dan kulit nanas sebagai bahan utama.
“Energi listrik sekarang ini sangat diperlukan oleh masyarakat, salah satunya untuk penerangan di malam hari. Tapi masih banyak daerah yang belum mendapatkan aliran listrik. Lalu kami mencari cara untuk membuat alternatif energi listrik dengan potensi alam sekitar. Akhirnya kami menemukan cara untuk membuat air gambut dan kulit nanas menjadi energi bertegangan 13 Volt,” kata Astry, Kamis, 27 Februari 2020.
Bahan untuk mengubah air gambut menjadi energi adalah air gambut, indikator universal, lempengan seng, lempengan tembaga, pipa, sterofoam, aquarium, penjepit buaya, kabel, dan lampu LED 12 volt. Untuk membuat alat ini, mereka menghabiskan uang sekitar Rp 200 ribu. Mereka mengklaim jika lampu peralatan ini bisa membuat lampu LED 12 Volt menyala hingga 168 jam atau satu minggu.
Sementara itu, untuk mengubah kulit nanas menjadi arus listrik membutuhkan peralatan yang lebih sederhana, yakni kulit buah nanas yang sudah ditumbuk, kabel, kotak mika, sterofoam dan 12 tempat baterai bekas ukuran D. Kedua alat ini dapat menghasilkan listrik dengan arus Direct Current (DC) atau arus listrik searah.
“Mudah-mudahan inovasi dengan memanfaatkan potensi alam sekitar ini dapat bermanfaat bagi masyarakat, dan bisa dikembangkan sendiri di rumah. Air gambut bisa diganti dengan air apa pun yang memiliki kada asam rendah, yakni Ph nya dibawah 5. Alatnya bisa terus digunakan, yang diganti hanya air maupun kulit nanasnya,” jelas Astry.
(shb/matakalteng.com)




















Discussion about this post