SAMPIT – Desa Tumbang Gagu mempunyai beragam potensi wisata menarik, khususnya wisata budaya berupa betang atau rumah khas Suku Dayak yang usianya sudah lebih dari 100 tahun.
Potensi wisata lainnya adalah wisata alam berupa dinding batu, air terjun, riam, danau dan lainnya. Sayangnya potensi ini belum digarap secara optimal karena terbatasnya jalan darat menuju desa tersebut.
Desa ini terletak di kawasan hulu yang berbatasan dengan Kabupaten Katingan. Selama desa yang menyimpan potensi wisata luar biasa itu belum bisa diakses menggunakan jalan darat dari Sampit Ibu Kota Kabupaten Kotawaringin Timur.
Terbukanya akses jalan darat menuju Desa Tumbang Gagu Kecamatan Antang Kalang membuat Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) semakin bersemangat mempromosikan wisata alam dan budaya yang ada di desa terujung tersebut.
Warga atau wisatawan harus menempuh perjalanan darat sekitar empat jam bahkan lebih menuju pusat Kecamatan Antang Kalang.
Selanjutnya, perjalanan menuju Desa Tumbang Gagu menggunakan perahu motor melewati sungai dengan banyak riam. Biaya sewa perahu motor sekitar Rp3 juta.
Jalan darat justru bisa ditembus melalui kabupaten tetangga yaitu Kabupaten Katingan. Namun kini jalan darat dari pusat Kecamatan Antang Kalang menuju Desa Tumbang Gagu sudah bisa ditembus.
“Alhamdulillah sekarang jalan darat sudah tembus. Mudah-mudahan ini membuat semakin banyak wisatawan yang datang ke Tumbang Gagu sehingga membawa dampak positif bagi daerah dan perekonomian masyarakat,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kotawaringin Timur Fajrurrahman di Sampit, Jumat 27 Desember.
Fajrurrahman juga mengatakan, akhir November lalu tim dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kotawaringin Timur sudah melakukan survei jalan menuju Tumbang Gagu.
Menurutnya, aksesnya cukup lancar dengan waktu tempuh sekitar tiga jam, meski sebagian harus melewati jalan milik perusahaan perkebunan kelapa sawit.
Perkembangan positif ini langsung dipromosikan melalui berbagai agen biro perjalanan wisata. Harapannya semakin banyak wisatawan datang, khususnya wisatawan asing yang biasanya sangat tertarik dengan wisata alam dan budaya.
“Kami sudah berkomunikasi dengan mitra kami agen biro perjalanan di Bali. Nanti mereka berencana membawa wisatawan dari Jepang yang ikut paket wisata mereka untuk datang dan menikmati wisata ke Tumbang Gagu,” ungkap Fajrurrahman.
(raf/matakalteng.com)















Discussion about this post