SAMPIT – Sepekan terakhir, hujan makin sering melanda Kotawaringin Timur. Bahkan Jumat 27 Desember 2019 sore, hujan deras melanda Sampit disertai angin kencang sehingga menyebabkan sejumlah pohon tumbang ke jalan.
Atas hal itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana banjir seiring meningkatnya intensitas hujan.
“Intensitas hujan sudah makin bertambah dari hari ke hari, mohon untuk rekan-rekan sekalian mulai meningkatkan kewaspadaan pra banjir, minimal bagi daerah-daerah yang awal 2019 lalu mengalami banjir,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kotawaringin Timur H Muhammad Yusuf melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Yephi Hartady Periyanto di Sampit, Minggu 29 Desember 2019.
Diutarakan, banjir sering melanda sejumlah kecamatan di Kotawaringin Timur ketika curah hujan meningkat. Desa-desa yang terendam banjir umumnya berada di bantaran sungai atau lokasi dataran rendah sehingga dengan cepat terendam akibat luapan air sungai.
Disebutkan daerah rawan banjir di Kotim berada diwilayah kecamatan seperti Antang Kalang, Telaga Antang, Mentaya Hulu, Tualan Hulu, Bukit Santuai, Parenggean dan lainnya.
Yephi juga mengatakan, belum lama ini BPBD Kotawaringin Timur sudah melaksanakan apel gelar personel untuk mengantisipasi banjir, puting beliung dan kemungkinan longsor di Kotawaringin Timur. Apel gabungan tersebut dihadiri anggota TNI, Polri, BPBD, Tagana, Basarnas dan lainnya.
Yephi meminta semua pihak hingga di tingkat kecamatan, kelurahan dan desa, maupun masyarakat setempat segera memberitahukan kepada BPBD Kotawaringin Timur jika terjadi banjir. Dengan begitu, penanggulangan juga bisa dilakukan secara cepat sehingga korban jiwa dan dampak buruk banjir bisa dicegah atau diantisipasi.
(raf/matakalteng.com)















Discussion about this post