SAMPIT – Lima dari 17 kecamatan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ini, dinilai rawan terjadi bencana banjir. Untuk itu, masyarakat di Sembilan kecamatan itu harus selalu waspada. Jangan sampai ketika musibah banjir datang, warga terkesan tidak tahu, sehingga menimbulkan korban nantinya.
“Ada 5 kecamatan di Kotim yang rawan dilanda banjir, kecamatan tersebut berada di wilayah utara,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim M Yusuf, Senin 4 November 2019.
Lima kecamatan tersebut yakni Kecamatan Kota Besi, Cempaga, Mentaya Hulu, Antang Kalang, dan Bukit Santuai. Ada beberapa desa yang rawan banjir di lima kecamatan tersebut. Terutama yang berada di pinggiran sungai.
Karena saat musim penghujan, sungai meluap dan tidak bisa menampung air akibat hujan deras. Sehingga membuat, air sungai naik dan merendam rumah-rumah masyarakat yang berada di tepian sungai.
“Lima kecamatan tersebut ada beberapa desa yang masyarakatnya tinggal di tepi sungai, dan itulah daerah yang rawan terjadi banjir,” kata Yusuf.
Yusuf menerangkan, musibah banjir tersebut terjadi hampir setiap tahun saat musim penghujan datang. Apalagi jika hujan deras mengguyur, maka air sungai akan meluap dan berdampak banjir.
Meskipun begitu, masyarakat yang tinggal di 5 kecamatan tersebut, sudah terbiasa. Bahkan beberapa diantara membangun rumah panggung atau berada di dataran tinggi. Guna menghindari terjadinya banjir
(fi/matakalteng.com)















Discussion about this post