SAMPIT – Ribuan warga dan pegawai pemerintah, memadati halaman Kantor Setda Kotawaringin Timur (Kotim) Sabtu 14 September 2019 pukul 06.30 WIB, dalam rangka melaksankan melaksanakan salat istisqa, meminta hujan.
Hal ini mengingat parahnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan makin parah di Bumi Habaring Hurung ini. Pada kesemapatan itu, turut hadir Bupati Kotim, pejabat SOPD, Majelis Ulama Indonesia, pegawai pemerintah daerah, serta aparat Polri dan TNI ikut melaksanakan salat untuk memohon hujan.
“Saya mengimbau kepada masyarakat agar tidak membakar lahan dalam membuka lahan pertanian. Upaya kita untuk mereda asap ini kita mendoadakan salat
istisqa kita meminta hujan kepada Allah SWT, agar di berikan hujan mudah-mudahan bisa di kabulkan. Saat ini jumlah titik api yang berada di Kotim sudah bisa diatasi dan menurun. Namun asap masih pekat ini merupakan asap kiriman yang berada di luar dari kawasan Kota Sampit,” jelas Bupati Kotim, H Supian Hadi.

Pada kesempatan itu, bupati juga memberikan aprisiasi kepada BPBD, TNI, dan Polri, yang telah membantu siaga dari pagi sampai malam mengatasi kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kotawaringin Timur.
Sementara itu, salat istisqa ini merupakan shalat sunat yang dianjurkan dalam Islam untuk dilaksanakan ketika terjadi kemarau panjang seperti sekarang. Apalagi kemarau di Kotawaringin Timur saat ini diperparah dengan kebakaran lahan dan kabut asap.
Shalat istisqa dipimpin Drs. H.M. Amrullah Hadi (Ketua MUI Kab.Kotim) sebagai imam, khatib H. Samsudin S.Pd.I (Kepala Kementrian Agama Kabupaten Kotim dan ketua PC NU Kabupaten Kotim.
(ary/matakalteng.com)















Discussion about this post