PANGKALAN BUN – Ketidaksinkronan data keuangan antar unit kerja, keterlambatan pembaruan informasi, serta keterbatasan media pencatatan dinilai berdampak pada kualitas pengelolaan dan pelaporan keuangan Pemerintah Daerah. Menjawab persoalan tersebut, Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Kotawaringin Barat, mengembangkan aplikasi CAKRA.
Kepala Bidang Akuntansi dan Pelaporan BKAD Kabupaten Kotawaringin Barat, Kadek Ari Purwaningsih, menjelaskan CAKRA merupakan singkatan dari Catatan Akuntansi Kobar yang dirancang untuk mendukung rekonsiliasi data keuangan daerah secara andal, transparan, dan efisien.
“CAKRA hadir untuk meningkatkan transparansi, memungkinkan pemantauan data secara real-time, serta menghemat waktu dalam proses pengelolaan dan pelaporan keuangan daerah,” ujar Kadek Ari, Kamis 8 Januari 2026. Dia menyebutkan, CAKRA mampu mengelola Buku Kas Umum (BKU), melakukan reklasifikasi otomatis, hingga menyajikan laporan jurnal serta realisasi pendapatan secara akurat.
Seluruh proses tersebut, dirancang untuk meminimalkan kesalahan pencatatan dan mempercepat penyajian informasi keuangan. Menu utama dalam aplikasi CAKRA meliputi modul BKU, Master, Mapping, dan Laporan. Melalui struktur tersebut, informasi keuangan daerah dapat disajikan secara cepat, sistematis, dan visual sehingga mudah dipahami oleh pihak terkait.
Selain menekankan transparansi, BKAD Kobar juga memastikan aspek keamanan data tetap terjaga. CAKRA dikembangkan sebagai aplikasi berbasis web yang aman dan mudah diakses, dengan pengamanan sesuai standar pemerintahan daerah. “Pengelolaan akses dilakukan berbasis peran, seperti BKAD, SKPD, dan admin. Aplikasi ini ditempatkan pada server resmi pemerintah daerah, dilindungi firewall serta dilakukan pengembangan secara berkala,” terang dia.
Lanjut dia, ke depan, pengembangan CAKRA diarahkan pada perluasan modul belanja dan rekonsiliasi yang lebih lengkap, sebagai bagian dari transformasi digital keuangan daerah. “Langkah ini diharapkan dapat memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), melalui pemanfaatan teknologi informasi secara optimal,” pungkasnya.
(ga/matakalteng)






















Discussion about this post