PANGKALAN BUN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) Ujang Iskandar mengingatkan pentingnya menjaga toleransi antar umat beragama di Kabupaten Kotawaringin Barat. Kegiatan sosialisasi 4 pilar dilaksanakan di Desa Kumpai Batu Atas, Selasa 18 Juni 2024
Hal itu disampaikan Ujang Iskandar dalam sosialisasi empat pilar Pancasila dan UUD 45, yang dihadiri sebanyak 150 orang dari berbagai kalangan seperti Lembaga Pelatihan LKP Terentas, pelaku UMKM, Relawan Lentera Kotawaringin Barat, ibu-ibunya Dasa Wisma serta perwakilan pemuda yang tergabung dalam ojek online dan masyarakat pada umumnya. Dalam sosialisasi juga diselingi dengan penyerahan buku sosialisasi 4 pilar kepada perwakilan ibu-ibu dasa wisma.
Dalam kesempatan itu, Anggota DPR RI Ujang Iskandar menyampaikan betapa pentingnya menjaga toleransi antar umat beragama, demi terciptanya kedamaian dan ketenteraman mengingat bahwa masyarakat Kabupaten Kotawaringin Barat merupakan masyarakat yang majemuk (plural) dengan berbagai suku dan agama yang selama ini hidup rukun. “Di Bumi Marunting Batu Aji saat ini kondisinya sangat kondusif, untuk itu mari kita bersama-sama menjaganya dengan hidup rukun dan damai, mengingat di Kobar sangat majemuk dengan beraneka ragam agama,” ujarnya.

Dia juga meminta agar para orang tua dapat mengawasi putra dan putrinya dengan tidak membiarkan anak-anaknya kecanduan game online yang dampaknya bisa merusak otak serta dan merusak generasi muda. “Pandai-pandai menggunakan gadget, dan gunakan untuk kepentingan yang positif, serta tingkatkan pengawasan anak-anak dalam pemanfaatan gadget, jangan sampai kecanduan dengan game online yang dampaknya bisa merusak generasi muda,” imbaunya.
Menurutnya gadget dapat dimanfaatkan ke hal yang lebih positif seperti untuk mempromosikan berbagai produk hasil olahan rumah tangga bagi pelaku UMKM, dengan begitu maka UMKM di Kobar dapat berkembang dan maju demi peningkatan ekonomi masyarakat. “Berbelanja produk atau makanan produksi lokal untuk kemajuan UMKM di wilayah Kobar,” pungkasnya.
(lih/matakalteng)






















Discussion about this post