PANGKALAN BUN – Sebanyak 10 pejabat dan Ketua Organisasi Profesi Kesehatan mengawali ceremonial penyuntikan vaksin Covid-19, hal itu sebagai tanda kick off tahap pertama vaksinasi di Kabupaten Kotawaringin Barat yang dipusatkan di Puskesmas Madurejo, Kecamatan Arsel, kabupaten setempat, Selasa 2 Pebruari 2021.
Kesepuluh pejabat sebelum dilakukan injeksi vial vaksin Covid-19 Sinovac telah melalui proses scrining oleh Dinas Kesehatan di tempat pelaksanaan kegiatan untuk memastikan bahwa mereka telah siap diinjeksi. Kesepuluh pejabat tersebut diantaranya Sekda Kobar, Dandim 1014/PBN, DPRD, Pengadilan Agama, Ketua MUI, Kejaksaan Negeri Kotawaringin Barat, dan Polres Kobar.
Dandim 1014/PBN Letkol Arh Drajad Tri Putro mendapat kehormatan pertama untuk mendapatkan vaksin covid-19, kemudian di susul oleh Sekda Kotawaringin Barat, Suyanto dan pejabat lainnya.
Bupati Kotawaringin Barat, Hj Nurhidayah, Wakil Bupati Ahmadi Riansyah serta ketua DPRD Kobar Rusdi Ghozali nampak dalam kegiatan pencanangan vaksinasi Covid-19 twrsebut, sebagai penyintas Covid-19 mereka tidak diperbolehkan divaksinasi.
Bupati Kotawaringin Barat Hj Nurhidayah mengatakan, pada pencanangan vaksinasi Covid-19 diberikan kepada 10 tokoh Kobar dan para ketua organisasi profesi kesehatan. Dan selanjutnya akan diberikan kepada seluruh tenaga kesehatan di Kobar.
“Pencanangan vaksinasi Covid-19 kepada 10 tokoh dan organisasi profesi kesehatan dapat menjadi contoh panutan dan memberikan motivasi bagi masyarakat, guna menumbuhkan kepercayaan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap setelah vaksinasi dilaksanakan pada saatnya nanti dapat membentuk here immunity masyarakat Kotawaringin Barat terhadap virus Corona.
Kendati demikian, walau sudah divaksin Covid-19 diharapkan tetap wajib mematuhi protokol kesehatan dengan 4M, mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.
Sementara itu, Dandim 1014/PBN Letkol Arh Drajat Tri Putronusai divaksin menegaskan bahwa setelah dilakukan penyuntikan vaksin tidak ada efek atau gejala apapun yang ia rasakan. Dan apa yang sudah disampaikan bahwa vaksin tersebut aman terbukti.
“Kesediaan menerima vaksin sebagai bentuk bela negara, salah satu bentuk cinta tanah air, dan bangsa Indonesia,” pungkasnya.
(ga/matakalteng.co.id)






















Discussion about this post