KASONGAN – Komitmen mewujudkan Kecamatan Mendawai bebas titik api atau Zero Hotspot 2025 digaungkan PT Persada Era Agro Kencana (PEAK) bersama BPBD Kabupaten Katingan, Forkopimcam, pemerintah desa, dan masyarakat. Komitmen itu dituangkan melalui rapat koordinasi dan penyuluhan terpadu di Aula Kantor Kecamatan Mendawai, Selasa 29 Agustus 2025.
Agenda tahunan ini tidak hanya membahas kesiapsiagaan penanggulangan karhutla, tetapi juga pengelolaan kawasan bernilai konservasi tinggi (KBKT), program patroli gabungan, sekat bakar hijau, hingga dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Katingan, Andi Sentosa, mengatakan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam meminimalisir risiko karhutla. “Karhutla bukan hanya persoalan lingkungan, tapi juga berdampak pada kesehatan dan kehidupan masyarakat. Karena itu, kegiatan ini bertujuan menyatukan langkah agar semua pihak bergerak bersama, sekaligus meningkatkan kesadaran hukum dan pencegahan dini,” jelasnya.
Asisten Sustainability PT PEAK, Romu Hadi J. Kusuma, menyampaikan bahwa pihaknya terus mendorong masyarakat dan desa untuk aktif menjaga wilayahnya dari potensi karhutla.
“PT PEAK berkomitmen mendukung desa-desa di Mendawai dengan edukasi, patroli bersama, hingga bantuan peralatan. Kami menargetkan tahun 2025 tidak ada lagi hotspot di Mendawai. Dukungan mesin pemadam untuk empat desa adalah salah satu bentuk nyata komitmen kami,” ucapnya.
Camat Mendawai, Nikolas Daniel, menyampaikan apresiasinya atas terlaksananya rapat koordinasi tersebut. “Kami berterima kasih atas perhatian dari BPBD dan PT PEAK. Dengan adanya kolaborasi, sarana pemadam, serta semangat bersama, saya optimistis masyarakat Mendawai akan lebih siap menghadapi ancaman karhutla,” katanya.
Selain paparan materi tentang bahaya dan sanksi hukum karhutla, kegiatan juga diwarnai dengan penyerahan media kampanye berupa banner dan poster bertema Stop Karhutla kepada perwakilan desa.
(anr/matakalteng.com)






















Discussion about this post