KASONGAN – Pemerintah Kabupaten Katingan terus memperkuat ketahanan pangan daerah dengan meluncurkan gerakan menanam cabai yang digelar di lahan Kelompok Tani Averda, Kecamatan Katingan Hilir, Jumat 2 Mei 2025.
Langkah ini diambil sebagai respon atas tingginya harga cabai yang menjadi salah satu penyumbang inflasi daerah.
Bupati Katingan, Saiful, memimpin langsung kegiatan tersebut dan menegaskan bahwa menanam cabai bukan sekadar kegiatan pertanian biasa, tetapi merupakan bagian dari strategi besar dalam menurunkan beban inflasi yang dirasakan masyarakat.
“Penanaman cabai adalah langkah strategis. Komoditas ini sangat memengaruhi pengeluaran rumah tangga. Kita harus mengurangi ketergantungan dari luar daerah,” tegas Bupati Saiful.
Sebelumnya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Katingan, Mozard D. Staing, dalam sambutannya menjelaskan bahwa tingginya harga cabai disebabkan oleh pasokan yang masih mengandalkan daerah luar. Hal ini menjadi tantangan karena jika produksi lokal belum optimal, masyarakat harus membeli dengan harga tinggi.
Namun, Mozard juga mengingatkan bahwa produksi melimpah tanpa pengelolaan yang tepat dapat menurunkan harga dan justru merugikan petani. “Kita butuh keseimbangan. Produksi harus berkelanjutan, tetapi harga juga harus stabil,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan nyata, pemerintah telah mengusulkan program bantuan pusat untuk sembilan desa di wilayah Marikit dan Pendahara, guna menanam komoditas hortikultura seperti cabai, terong, dan sayur-sayuran lainnya.
Selain membahas cabai, Bupati Saiful turut menyoroti mahalnya harga daging ayam di wilayahnya. Ia menyayangkan kondisi tersebut mengingat Katingan memiliki banyak peternakan ayam, namun harga jual lebih mahal dibanding daerah tetangga.
“Kita ini seperti cuma kebagian dampaknya, tapi harga ayam malah lebih mahal dari Palangka Raya. Ini harus dibenahi,” ujarnya.
Bupati Saiful juga dengan memberikan apresiasi kepada kelompok tani dan seluruh pihak yang mendukung gerakan ini. Ia berharap produksi cabai lokal terus meningkat dan mampu memenuhi kebutuhan pasar tanpa harus bergantung dari luar daerah.
Acara ini turut dihadiri pejabat daerah, penyuluh pertanian, serta para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Averda.
(anr/matakalteng)






















Discussion about this post