KUALA KAPUAS – Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPUPRPKPP) Kabupaten Kapuas melalui Bidang Bina Konstruksi melakukan registrasi dan verifikasi data calon peserta Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK) Konstruksi di Kecamatan Pulau Petak dan Kecamatan Kapuas Barat, Rabu 8 Mei 2025.
Sebanyak 36 calon peserta hadir dalam kegiatan tersebut, terdiri dari 16 peserta dari Kecamatan Pulau Petak dan 20 peserta dari Kecamatan Kapuas Barat. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas dan daya saing tenaga kerja lokal di sektor konstruksi melalui sertifikasi resmi.
SKK Konstruksi sendiri adalah sertifikat yang dikeluarkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), sebagai pengakuan atas kompetensi seseorang dalam bidang konstruksi. Sertifikasi ini terdiri dari jenjang 1 hingga 9, sesuai dengan tingkat keahlian masing-masing.
Kegiatan disambut baik oleh Camat Pulau Petak, Marce, yang hadir bersama Sekretaris Camat Supri Adi. Ia menyatakan program ini sangat membantu tukang-tukang lokal agar mendapat pengakuan legal atas keterampilannya.
“Dengan sertifikasi ini, para tukang bisa lebih percaya diri, membuka peluang kerja lebih luas, bahkan ikut dalam pembangunan desa secara resmi. Ini bukan hanya keuntungan pribadi, tapi juga menjamin kualitas pekerjaan konstruksi,” ujar Marce.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Konstruksi, Junaidi, didampingi timnya dari DPUPRPKPP Kapuas, menyampaikan pentingnya SKK sebagai syarat utama keterlibatan tenaga kerja dalam proyek konstruksi.
“Sertifikasi ini adalah investasi penting. Bukan sekadar pengakuan, tapi juga jaminan kualitas di mata pemberi kerja. Harapannya, para tukang yang tersertifikasi dapat bersaing secara profesional,” kata Junaidi.
Pembina Jasa Konstruksi Akhmad Suriyansyah, Penelaah Mutu Konstruksi Henry, serta Pengelola Jasa Konstruksi Retna Sintani juga turut hadir dalam kegiatan. Mereka menegaskan bahwa SKK Konstruksi dapat membuka akses ke proyek-proyek besar yang menuntut keahlian dan legalitas formal.
“Reputasi dan peluang kerja sangat bergantung pada sertifikasi. Di tengah ketatnya persaingan, SKK adalah syarat mutlak untuk masuk ke proyek berskala besar,” tambah Erenhard, salah satu anggota tim Bina Konstruksi.
Setelah sesi edukasi, kegiatan dilanjutkan dengan registrasi dan verifikasi kelengkapan data peserta, termasuk KTP, ijazah, dan pas foto, sebagai bagian dari proses awal menuju sertifikasi resmi.
(gia/matakalteng)






















Discussion about this post