PALANGKA RAYA – Sebanyak 13 jemaah umrah asal Kalimantan Tengah dilaporkan masih tertahan di Arab Saudi dan belum dapat kembali ke Indonesia sesuai jadwal kepulangan yang telah ditetapkan. Ketua Tim Kerja Bina Umrah dan Haji Khusus Kantor Wilayah Kementerian Haji Kalimantan Tengah, Taufik Rahman, mengatakan informasi tersebut diperoleh dari laporan resmi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).
“Berdasarkan informasi yang kami terima, sebanyak 13 jemaah umrah dari PT Makarim Elakhlak Tourindo Kantor Cabang Pangkalan Bun tertahan di Arab Saudi dan belum dapat kembali ke Tanah Air,” ujarnya, Selasa 10 Maret 2026. Dia menjelaskan, para jemaah tersebut sebelumnya dijadwalkan kembali ke Indonesia pada 8 Maret 2026 dengan rute penerbangan transit melalui Bandara Internasional Hamad menggunakan maskapai Qatar Airways.
Saat ini proses penanganan masih terus dikoordinasikan dengan berbagai pihak terkait, termasuk maskapai penerbangan dan otoritas setempat. “Pihak travel juga terus melakukan komunikasi untuk memastikan kondisi jemaah tetap aman sambil menunggu kejelasan jadwal penerbangan selanjutnya,” jelasnya.
Taufik menambahkan, berdasarkan laporan dari travel penyelenggara, terdapat tiga PPIU asal Kalteng yang memberangkatkan jemaah umrah dengan jadwal kepulangan pada 8 Maret 2026 dengan total 94 orang. Rinciannya, PT Makarim ElAkhlak Tourindo Cabang Pangkalan Bun memberangkatkan 13 jemaah pada 25 Februari 2026. Kemudian PT Alifa Raya Tour Cabang Palangka Raya memberangkatkan 50 jemaah pada tanggal yang sama dengan jadwal kepulangan 8 Maret 2026.
Selanjutnya, PT Alkamila Travel and Tour Kantor Pusat Pangkalan Bun juga memberangkatkan 31 jemaah pada 25 Februari 2026 dengan jadwal kepulangan yang sama. Pihak Kanwil Kementerian Haji Kalteng memastikan akan terus memantau perkembangan situasi serta berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan seluruh jemaah dapat kembali ke Indonesia dengan aman.
(nra/matakalteng)





















Discussion about this post