KUALA KURUN – Dinas Pertanian Kabupaten Gumas bekerjasama dengan Aliansi Stewardship Herbisida Terbatas (Alishter) melakukan pelatihan herbisida terbatas, yang diikuti PPL serta ratusan petani desa dan kelurahan dari Kecamatan Kurun, Tewah dan Mihing Raya.
“Pelatihan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan petani dalam penggunaan herbisida terbatas secara aman, sehingga meminimalkan dampak ancaman negatif pada kesehatan petani,” kata Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Gumas Herianto, Selasa, 13 Agustus 2024.
Materi yang disampaikan dalam pelatihan itu yakni terkait pemahaman label dan penyimpanan serta penanganan limbah herbisida, pencegahan keracunan herbisida, dan prosedur pertolongan darurat, teori pemeliharaan, serta penyemprotan yang aman dan efektif.
“Kami ingin petani dapat memanfaatkan herbisida sesuai kebutuhan atau penanganan spesifik dari serangan gulma atau rumput, sehingga hasil dari pertanian semakin maksimal,” jelasnya.
Dia mengatakan, herbisida yang digunakan para petani mengandung racun untuk membasmi gulma atau rumput. Untuk itu, herbisida tidak digunakan secara sembarangan, tapi melainkan harus sesuai aturan.
“Kami tidak ingin petani menggunakan herbisida secara asal-asalan, karena sangat berisiko bagi kesehatan mereka. Kami ingin kegiatan ini dapat digelar secara rutin setiap tahun,” terangnya.
Sebelumnya, Ketua Alishter Kalteng Abdul Fattah menambahkan, petani harus mengetahui standar yang aman dan benar dalam penggunaan herbisida, demi keselamatan diri.
“Dalam pelatihan ini, petani mendapatkan teori dan praktik menggunakan herbisida, sekaligus diberikan pemahaman untuk menggunakan alat pelindung diri (APD) selama penyemprotan herbisida,” tukasnya.
(sid/matakalteng)






















Discussion about this post