KUALA KURUN – Pj Bupati Gumas Herson B Aden melakukan kunjungan ke SMAN 1 Kurun dan SMKN 1 Kurun. Kunjungan tersebut pasca terjadinya aksi bullying atau perundungan yang dilakukan sejumlah oknum siswi SMAN 1 Kurun.
“Dari kunjungan ke sekolah itu, saya menyampaikan kepada guru terkait tanggungjawab dan profesional, pelaksanaan kurikulum merdeka, serta pentingnya pendidikan untuk mempunyai keterampilan dan pengetahuan, agar bisa meraih keberhasilan,” kata Herson, Minggu, 4 Agustus 2024.
Yang tidak kalah pentingnya adalah pendidikan karakter dan pengawasan yang optimal terhadap peserta didik yang dilakukan sekolah. Pendidikan karakter itu untuk membentuk karakter peserta didik menjadi pribadi yang bermoral dan berakhlak baik, bertoleran dan berperilaku baik terhadap sesama peserta didik dan masyarakat.
“Jika peserta didik memiliki karakter yang baik, maka tidak akan pernah terjadi bullying atau perundungan. Mereka akan menjadi peserta didik yang saling menghargai dan tidak akan terjerumus dalam pergaulan bebas,” terangnya.
Selain itu, pentingnya juga peran guru Bimbingan Konseling (BK), yang memberi dukungan psikologis kepada peserta didik untuk memastikan mental, emosional dan akademis bisa berjalan dengan baik.
Kalau secara akademis, peserta didik di SMAN 1 Kurun dan SMKN 1 Kurun sudah cukup bagus, karena banyak peserta didik SMA yang berprestasi di tingkat provinsi, nasional dan internasional. Sedangkan dari lulusan SMK, juga ada sebagian yang sudah bekerja.
“Khusus peserta didik SMK, saya ingin agar mereka dimasukkan dalam program vokasi. Itu merupakan program jenjang pendidikan tinggi yang bertujuan mempersiapkan tenaga dengan keterampilan dan keahlian dibidangnya, siap kerja dan dapat bersaing secara global,” jelasnya.
Nantinya, SMK di Kabupaten Gumas dapat bekerjasama dengan mitra kerja provinsi dan beberapa perguruan tinggi di Indonesia, dalam rangka mengembangan program vokasi, sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja.
“Saya harapkan nantinya 80 persen lulusan SMK bisa langsung terserap di pasar tenaga kerja, baik itu tenaga kerja lokal maupun di luar Kabupaten Gumas,” tandasnya.
(sid/matakalteng)






















Discussion about this post