KUALA KURUN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gumas melaksanakan rapat koordinasi (rakor) penanggulangan kemiskinan tahun 2024. Hal ini sebagai upaya percepatan dan penerapan strategi perencanaan penanggulangan kemiskinan daerah.
“Pengentasan kemiskinan selalu menjadi prioritas pembangunan. Ini mengingat jumlah penduduk miskin cukup signifikan dan cenderung fluktuatif dalam satu dekade terakhir,” kata Pj Bupati Gumas Herson B Aden, Kamis, 1 Agustus 2024.
Untuk Kabupaten Gumas, kebijakan pengentasan kemiskinan diarahkan dalam rangka mewujudkan kesejahteraan dengan manfaatkan sumber daya lokal, berwawasan lingkungan, dan menitikberatkan pada pengurangan risiko bencana. Itu dapat dilihat dari berbagai kebijakan pemerintah pusat dan pemkab.
“Secara umum, kami juga telah menunjukkan usaha mengurangi penduduk miskin di Kabupaten Gumas, dengan meluncurkan berbagai kebijakan, program dan kegiatan, namun hasil capaian selalu di bawah capaian nasional,” terangnya.
Pada tahun 2024, penurunan angka kemiskinan ditargetkan sebesar 3,8 persen. Angka itu turun dibandingkan tahun 2023 yakni 5,47 persen. Itu masih tinggi dari target yang ditetapkan sebesar empat persen. Salah satu faktor mempengaruhi peningkatan angka kemiskinan, yaitu pandemi Covid-19.
“Perlu peran aktif seluruh pemangku kepentingan, dimulai dari pemerintah, swasta, komunitas dan masyarakat dalam percepatan penanggulangan kemiskinan. Tidak hanya melekat pada dinas eosial saja, tetapi juga perangkat daerah yang tergabung di tim koordinasi penanggulangan kemiskinan (TKPK),” jelasnya.
Terpisah, Kepala Bapperida Kabupaten Gumas Yantrio Aulia menuturkan, rakor penanggulangan kemiskinan bertujuan meningkatkan akselerasi dan koordinasi lintas kelembagaan, dalam percepatan penanggulangan kemiskinan daerah.
“Untuk Kabupaten Gumas, peran dan fungsi TKPK menjadi suatu hal yang harus diupayakan, sehingga proses penanggulangan di daerah dapat berjalan sesuai dengan proses yang diharapkan,” tukasnya.
(sid/matakalteng)






















Discussion about this post