SAMPIT – Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kalimantan Tengah (Kalteng) Ramadhan Tumhidin menegaskan bahwa pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) PKB Zona 3 menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi partai sekaligus memulai langkah strategis menghadapi Pemilu 2029.
Kegiatan yang melibatkan pengurus dari Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kotawaringin Barat (Kobar), Seruyan, dan Sukamara itu juga menandai berakhirnya rangkaian muscab PKB di wilayah barat Kalteng.
“Hari ini kita melaksanakan muscab di Zona 3 yang terdiri dari Kotim, Seruyan, Sukamara, dan Kobar. Ini merupakan kegiatan terakhir untuk wilayah barat di Provinsi Kalimantan Tengah,” ujar Ramadhan Tumhidin, Selasa 14 April 2026.
Ia menjelaskan bahwa muscab tidak hanya menjadi forum pergantian kepengurusan, tetapi juga ruang evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB di daerah. Dari forum tersebut, partai akan menyusun rencana kerja serta merumuskan strategi yang lebih terarah untuk memperkuat posisi PKB pada pemilu mendatang.
“Ada beberapa agenda, pertama mengevaluasi seluruh kepengurusan DPC PKB. Kedua menyusun rencana, strategi, dan program kerja. Ketiga menetapkan target dan tujuan PKB menuju Pemilu 2029,” jelasnya.
Menurut Ramadhan, pelaksanaan muscab menjadi titik awal bagi seluruh kader PKB untuk mulai bergerak menyiapkan kemenangan pada pemilu yang akan datang. Ia menegaskan bahwa langkah konsolidasi tersebut harus dilakukan sejak dini agar partai benar-benar siap menghadapi kontestasi politik lima tahunan itu.
“Dengan dilaksanakannya muscab hari ini, artinya gerak langkah pemenangan menuju pemilu itu dimulai sejak hari ini. Kami betul-betul mempersiapkan diri untuk menjemput kemenangan untuk rakyat di tahun 2029,” tegasnya.
Namun demikian, Ramadhan mengingatkan bahwa tujuan utama perjuangan partai bukanlah semata-mata meraih kekuasaan. Menurutnya, kekuasaan harus dipandang sebagai sarana untuk memperjuangkan kesejahteraan masyarakat.
“Kekuasaan itu bukan tujuan. Kekuasaan hanya sarana, jalan, atau wasilah untuk mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat Indonesia,” katanya.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyoroti besarnya potensi ekonomi wilayah barat Kalimantan Tengah, khususnya pada sektor pertanian dan perikanan. Ia menyebut daerah seperti Kotim, Kobar, Seruyan, Lamandau, dan Sukamara memiliki kekuatan ekonomi yang cukup besar dari komoditas sawit, padi, serta hasil perikanan.
Menurutnya, kader PKB harus hadir dan terlibat langsung membantu masyarakat, khususnya petani dan nelayan yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
“Kami minta kader PKB hadir di tengah kesulitan petani, baik kebutuhan pupuk, bibit, maupun lahan,” ujarnya.
Ia berharap kader PKB tidak hanya aktif dalam kegiatan politik, tetapi juga mampu memperjuangkan kepentingan masyarakat di berbagai sektor, termasuk membantu nelayan serta kelompok masyarakat lain yang membutuhkan dukungan kebijakan.
Pada forum muscab tersebut juga diharapkan muncul nama-nama bakal calon Ketua DPC PKB di empat kabupaten yang akan mengikuti proses seleksi lanjutan melalui uji kelayakan dan kepatutan.
“Selanjutnya akan dilaksanakan UKK tahap satu dan tahap dua yang insya Allah pada 23 April,” jelasnya.
Ramadhan menambahkan bahwa seluruh rangkaian proses tersebut nantinya akan bermuara pada pelantikan pengurus DPC PKB se-Indonesia yang direncanakan berlangsung bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun PKB pada 22 Juli di Jakarta.
Ia juga berpesan kepada para calon ketua DPC agar menyiapkan proposal yang memuat komitmen serta strategi pengembangan partai di daerah masing-masing.
“Proposal itu akan menjadi kontrak kerja. DPP akan melihat sejauh mana komitmen mereka dalam membesarkan PKB menuju 2029,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post