SAMPIT – Komisi Pemilihan Umum kabupaten Kotawaringin Timur menggelar fokus grup discussion terkait evaluasi pemilihan kepala daerah kabupaten Kodim tahun 2024 lalu, 24 Februari 2025.
Ketua KPU Kotim M Rifqi mengatakan, sesuai dengan surat ketua KPU pusat tanggal 13 Februari di mana provinsi dan kabupaten kota diminta untuk melaksanakan FGD. Dan sebelumnya sudah dikirimkan kuisioner untuk beberapa pertanyaan sebagai indikator mengevaluasi hasil pilkada.
“Jadi setelah kuesioner itu dijawab secara internal maka FGD ini untuk memvalidasi data yang sebelumnya telah disampaikan melalui channel YouTube. Ada beberapa topik utama yang di bahas yang diangkat dalam FGD, yang pertama adalah terkait dengan tahapan pemilihan, kelembagaan dan faktor eksternal,”ucapnya.
Yang mana masing-masing komisioner diminta menyampaikan beberapa catatan-catatannya semacam review terkait pelaksanaan Pilkada tahun 2024, khususnya tentang pemutakhiran data pemilih.
“Kemudian sosialisasi untuk peningkatan partisipasi pemilih serta pengelolaan SDM di tingkatan badan ad hoc, dan tentang teknis pencalonan, pemungutan dan penghitungan suara sampai dengan merekapitulasi,”bebernya.
Pihaknya juga membahas tentang tata kelola logistik, pemilihan, penegakan kode etik untuk jajaran KPU dan hasilnya. Dalam FGD ini KPU mengaku banyak mendapatkan masukan dan saran baik dari Bawaslu, Kesbangpol, Kejaksaan kemudian juga dari badan pengelola keuangan negara termasuk juga dari partai politik.
KPU juga berkomitmen meningkatkan kombinasi terutama pada saat pemutakhiran data pemilih, yang mana Disdukcapil siap berkolaborasi dan bersinergi dengan KPU selama tahap pemilihan.
Pasca pemilihan umum KPU juga akan melaksanakan pendidikan pemilih yaitu pendidikan politik bagi masyarakat. Kemudian yang kedua, sosialisasi-sosialisasi terus dilakukan terkait syarat sebagai pemilih dan syarat bisa memilih.
“Berdasarkan hasil FGD, bahwa pelaksanaan Pilkada ini sudah berjalan dengan baik, itu dibuktikan dengan minimnya keberatan dari sesama penyelenggara atau pihak lain,”ujarnya.
Ke depannya KPU berkomitmen untuk selalu menjaga keberhasilan penyelenggaraan Pilkada ini dan akan lebih baik lagi terutama dalam meningkatkan partisipasi pemilih yang mana pada Pilkada 2024 ini masih berada di angka 67%.
“Namun kita memahami bahwa Pilkada ini berbeda dengan pemilu yang mana saat Pemilu ada banyak calon serta partisipasi masyarakat untuk memilih presiden sangat tinggi, sementara pada Pilkada ini Pasangan calon hanya ada beberapa dan menjadi salah satu faktor mempengaruhi minat masyarakat dalam memilih,”bebernya.
Dirinya juga meminta dukungan dari semua pihak untuk mendorong partisipasi masyarakat agar dapat memenuhi target, meski jumlah partisipasi masyarakat pada Pilkada 2024 ini meningkat dibandingkan Pilkada 2020 lalu namun belum dapat dikatakan sesuai harapan.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post