SAMPIT – Pagi yang cerah di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Minggu 17 November 2024 menjadi saksi dari momen bersejarah dalam perjalanan Pemilihan Gubernur Kalteng 2024.
Calon gubernur Agustiar Sabran menyelenggarakan acara sarapan bersama puluhan tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, akademisi, organisasi mahasiswa dan organisasi pemuda.
Acara ini digelar di Warung Lestari Rasa Soto Banjar Bang Ipul, yang juga dihadiri oleh Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, yang turut mendukung pasangan Agustiar Sabran-Edy Pratowo sebagai juru kampanye nasional.
Selama sarapan, tercipta suasana keakraban dan kekeluargaan di antara para peserta yang hadir, dengan tujuan bersama untuk menyerap aspirasi masyarakat Kota Mentaya.
Salah satu momen penting adalah dukungan yang disampaikan oleh Ketua GP Ansor Kotawaringin Timur, Endra Rosana, yang mengungkapkan bahwa generasi muda di Kotim solid mendukung pasangan calon Agustiar Sabran-Edy Pratowo.
“Kami terinspirasi oleh kesadaran dan kepedulian Agustiar Sabran-Edy Pratowo terhadap generasi muda, terlihat dari berbagai program yang mereka tawarkan, seperti peningkatan kualitas SDM dan pemberian beasiswa bagi pemuda-pemudi Kalteng,” ujar Endra dengan tegas.
Dukungan dari pemuda Kotim ini semakin memperjelas bahwa pasangan nomor 3, Agustiar Sabran-Edy Pratowo, memiliki tempat khusus di hati masyarakat, khususnya kaum muda. Semangat dan komitmen pasangan calon ini menjadi pendorong utama bagi warga untuk memberikan suara dan harapan mereka bagi masa depan yang lebih baik.
Ia menambahkan sarapan bersama ini lebih dari sekadar ajang politik. Ini adalah simbol kesatuan, kebersamaan, dan semangat gotong-royong yang mengikat setiap individu yang hadir untuk membangun daerah. Dalam suasana sederhana, harapan akan tercapainya kesejahteraan dan kemajuan Kotawaringin Timur dan Kalteng pun tercermin jelas.
“Momen ini mengajarkan kita untuk mendengarkan, menyatukan perbedaan, dan bertindak sebagai agen perubahan dalam masyarakat,” kata Endra.
Acara sarapan ini menegaskan bahwa keberhasilan seorang pemimpin tidak hanya diukur dari kebijakan yang diambil, tetapi juga dari kemampuannya untuk dekat dengan rakyat, mendengarkan aspirasi mereka, dan memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi.
Bagi Agustiar Sabran, sarapan pagi ini bukan hanya soal makan bersama, melainkan upaya membangun jembatan empati dan komunikasi yang kuat antara pemimpin dan rakyat.
Dengan semangat optimisme yang besar, acara ini menegaskan bahwa harapan besar terhadap masa depan yang lebih baik di Kalteng kini digenggam oleh setiap suara yang terucap di meja sarapan.
(vi/matakalteng)





















Discussion about this post