• Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
Selasa, 9 Juni 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Mata Kalteng
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
Mata Kalteng
  • News
  • Daerah
  • Legislatif
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom

Beranda » Pilpres 2024, Kader PDIP Terancam Terbelah Tiga

Pilpres 2024, Kader PDIP Terancam Terbelah Tiga

Rabu, 27 Oktober 2021
in Politik
A A
Pengamat sosial dan politik Kotim, M Gumarang

Pengamat sosial dan politik Kotim, M Gumarang

Share on FacebookShare on Twitter

SAMPIT – Pesta demokrasi Pemilihan Presiden Republik Indonesia dijadwalkan pada tahun 2024. Namun sahwat politik bagi peminat calon presiden merupakan waktu yang relatif singkat dalam mempersiapkan diri, khusus dalam membangun dan meningkatkan elektibilitas di masyarakat.

Para calon sudah mulai berupaya mencuri start dalam segala kesempatan atau berupaya mencuri perhatian publik, khususnya yang memiliki jabatan, baik di eksekutif maupun di legislatif. Mereka berupaya memperlihatkan kinerjanya masing-masing sebagai nilai jual yang efektif ke publik.

Baca juga berita lainnya

Musda V DPD Partai Golkar Pulpis, Ahmad Rifa’i Terpilih Sebagai Ketua Secara Aklamasi

Konsolidasi Besar PDIP Kotim, Musancap Jadi Langkah Awal Perkuat Mesin Partai Hingga Desa

Penjaringan Pimpinan PKB Kotim Menghangat, Sembilan Figur Masuk Bursa Calon Ketua

Muscab PKB Zona Barat Jadi Titik Awal Konsolidasi Menuju Pemilu 2029

Pengamat Sosial dan Politik M Gumarang mengatakan, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang merupakan partai pemenang pemilu lalu atau partai Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), memiliki pengaruh besar sebagai kompetitor kuat dalam persaingan pengusung calon Presiden 2024 dengan partai lainnya.

“Karena untuk memenuhi syarat Presiden threshold 20% tidak sulit bagi PDIP karena yang menjadi acuan adalah suara Pemilu tahun 2019, dimana pada Pemilu tersebut PDIP meraih 19,33% atau sebagai pemenang Pemilu 2019,” kata Gumarang, 27 Oktober 2021.

Wajar ujarnya, PDIP merasa lebih percaya diri dalam hal kesiapan maupun kenyakinan untuk menang, karena partai lain nanti disibukan kesulitan dengan tarik menarik mencari pasangan koalisi untuk memenuhi syarat Presiden threshold 20%, karena semua partai selain PDIP perolehan suara Pemilu 2024 dibawah 13%.

“Inilah merupakan hal yg menguntungkan bagi partai besar apa lagi sebagai  partai pemenang pada pemilu sebelumnya 2019 yang hampir mencapai 20% perolehan suara yg dicapai PDIP, karena itu partai partai besar sepakat PILPRES 2024 serentak dengan Pemilu Legeslatif, sehingga mengunci calon-calon dari partai kecil tidak bisa mengajukan calon,” ujarnya.

Begitu besarnya medan magnet politik PDIP di Pilpres 2024 lanjut Gumarang, menimbulkan polemik di internal PDIP sendiri yang rawan membawa perpecahan, yaitu adanya gerakan kuat arus bawah menginginkan Capres PDIP 2024 adalah Ganjar Pranowo, sedangkan isu yang berkembang di tubuh elit PDIP bahwa anak Ketua Umum Megawati yaitu Puan Maharani dikatakan calon kuat yang akan dipasangkan dengan Prabowo Subianto.

“Namun yang jadi pertanyaan maukah PDIP Puan Maharani jadi orang nomor 2 atau Wakil Prabowo Subianto dan/atau harus mencari pasangan lain yang bisa dijadikan Wakil Puan Maharani, ini juga merupakan nantinya permasalahan atau sisi kelemahan PDIP karena figur Puan Maharani dinilai masih  ketergantungan mesin partai,” tegasnya.

Oleh karena itu keraguan tersebut menurutnya, wajar Puan Maharani hanya di posisikan orang nomor dua saja, bahkan mengutip dari istilah elit PDIP Bambang Wuryanto apapun makanannya minumannya teh sosro,  dalam hal ini Puan Maharani di ibaratkannya teh sosro atau calon Wapres namun nampak pernyataan tersebut bermuatan dinamis.

Tapi bagaimanapun PDIP kalkulasi politiknya Prabowo Subianto memiliki infrastruktur politik yg kuat dengan Partai GERINDRA hasil besukanya, dan juga kemampuan infrastruktur lainnya, seperti financial, militer, dan pengalaman politik.

Sedangkan dukungan terhadap Ganjar Pranowo semakin hangat bahkan Ketua DPD PDIP Provinsi Jawa tengah Bambang Wuryanto meledek  proses dukungan yg ia ibaratkan dukungan CELENG (babi hutan), karena dianggap keluar dari barisan Banteng, hal tersebut ditujukan kepada Albertus Sumbogo ketua DPC PDIP  Kabupaten Purworejo Provinsi Jawa tengah sebagai pihak yg memberi dukungan terhadap Ganjar Pranowo, bahkan deklarasi  dukungan terhadap Ganjar Pranowo semakin bermunculan termasuk dukungan dari tim sukses mania Jokowi.

Rencana pusat deklarasi dukungan terhadap Ganjar Pranowo akan dilaksanakan di Jawa timur oleh tim pendukungnya, kalo ini nantinya sukses jelas akan mudah merambah ke daerah lain di luar pulau jawa dan ini merupakan ancaman serius perpecahan PDIP, dan bisa menjadikan Ganjar Pranowo memiliki nilai tawar besar di luar PDIP, apa lagi dipengaruhi oleh bekas tim sukses Jokowi mendukung Ganjar Pranowo suatu hal yg tidak bisa di anggap enteng oleh PDIP.

“Bagaimana melihat kekuatan diluar PDIP yang semakin mengkristal, yaitu kekuatan yang identik dengan kekuatan Islam yang melekat pada figur Anies Baswedan yang tak mungkin bisa menyatu dengan PDIP karena saling berseberangan sejak lama, sebagamana seperti hubungan Megawati dengan Susilo Bambang Yudoyono Partai Demokrat, namun disisi lain pigur Anies Baswedan hanya kuat di Partai Keadilan Sejahtera (PKS),” sebutnya.

Di Partai Islam lainnya kata dia, sangat meragukan, karena figur Anies Baswedan kuat diarus bawah kelompok Islam, sedang elit partai Islam selain PKS sangat diragukan dukungannya artinya tidak linear dengan arus bawah, karena elit partai lebih berpikir pragmatis dan ego elit.

Sedang Partai Demokrat mungkin saja bisa menjalin hubungan dengan Anies Baswedan namun akan ada hal delematis karena  Partai Demokrat sudah menggadang gadang figur Agus Harimurti Yodoyono (AHY) sebagai calon dari Partai Demokrat sehingga menyangkut siapa Capres dan siapa cawapres.

“Politik Anies Baswedan untuk sementara ini lebih bertumpu pada respon masyarakat terhadap figur Anies Baswedan serta kekuatan relawan dalam strategi menjual figur Anies Baswedan kepada masyarakat untuk meningkatkan elektabilitas melaluj gerakan relawan lebih dini, bahkan relawan Anies tersebut sudah melakukan deklarasi Anies Capres 2024,” ujar Gumarang.

Dikatakannya, hal yang dilakukan relawan Anies dapat dipahami karena Anies  tidak memiliki partai,seperti Prabowo Subianto dan Puan Maharani. Bahkan Anies tahun 2022  kehilangan panggung, karena habis jabatannya sebagai Gubenur DKI jelas akan melemahkan kekuatan Anies di publik.

Oleh karena itu wajar Anies melakukan menuver politik membangun dan mengembang dukungan kekuatan publik, melalui peran dan fungsi relawan dan ke figuran Anies hal ini tak lepas perannya media ikut menentukan, sehingga gerakan tersebut bisa menjadi masif dan tersistimatis, bahkan bisa menimbulkan politik people power.

Sedangkan capres partai lain hampir diyakini kurang mempunyai peluang karena  lemahnya nilai tawar di Parpol (infrastruktur politik) dan lemahnya elektibilitas sampai saat ini. Karena ketiga nama besar yg elektabilitas saling bersaing di puncak papan atas dari hasil berberapa lembaga survei yaitu Anies Baswedan, Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo.

Sedangkan Puan Maharani jauh nilai elektabilitas dari ke tiga besar calon kuat tersebut, namun yang menimbulkan Puan Maharani menjadi calon kuat karena putri Mahkota Megawati Ketua Umum PDIP, sedangkan Megawati sebagai pemegang Mandat PDIP untuk menentukan Capres dan cawapres 2024, jelas Puan Maharani memiliki peluang yang absolut capres atau cawapres PDIP 2024, tentu dengan mengabaikan hasil elektabilitas atau melalui pendekatan kekuatan mesin partai dan ditambah kekuatan dari pasangan Puan Maharani.

“Sekarang kalau Prabowo Subianto berpasangan dengan Puan Maharani, maka dapat dipastikan Ganjar Pranowo akan tereliminasi sebagai capres ataupun cawapres  dari PDIP, namun kalo arus bawah PDIP maupun masyarakat umum semakin kuat memberikan dukungan pada Ganjar Pranowo sehingga elektabiltas semakin naik, jelas akan menjadi rebutan partai diluar PDIP seperti Pilpres dimasa pencalon SBY yang menggaet wakilnya dari elit tokoh partai Golkar yaitu Jusuf Kala (JK) dan mereka sukses menang telak pada saat itu,” kata Gumarang.

Bagaimana pula lanjutnya, dengan figur Anies Baswedan calon kuat yang identik dengan kekuatan kelompok Islam yg memiliki suara pemilih mayoritas yaitu 80% lebih, mampukah Partai Islam memberikan karpet merah untuk Anies Baswedan, ini permasalahan yg akan dihadapi Anies Baswedan karena kemaun arus bawah tidak linear dengan elit politik partai Islam diluar PKS.

Karena Partai Islam selain PKS lebih berpikir pragmatis dan ego saling menjatuhkan, tidak ada kesamaan membangun figur pemimpin muslim khususnya dari partai Islam, sehingga Partai Islam menjadi obyek pelengkap kekuatan partai lain dalam pemerintahan  khusus partai berbasis Nasionalis yang selalu jadi pemenang dalam Pemilu selama ini.

Nasib Anies Baswedan dalam Pilpres 2024 menurut Gumarang sangat ditentukan oleh Partai Islam dan termasuk Partai Demokrat, karena partai lain hampir tidak ada chemistry politik ini harus menjadi pekerjaan rumah atau perhatian khususnya bagi elit Partai islam.

“Karena kalau tidak partai Islam hanya menjadi obyek pelengkap bagi partai pemenang yg selalu dimenangkan oleh partai berazas nasionalis, dan Partai Islam di ibaratkan pasukan besar namun tak punya garis komando yg jelas, sehingga mudah tercerai berai dalam pertempuran,” ujarnya.

Tapi sebutnya, bila mana elit Partai Islam melakukan rekonsiliasi,  konsolidasi Nasional  dan  pengkaderan bersama untuk kepemimpinan Nasional maka saya yakin akan keluar sebagai pemenang, kalau tidak nasibnya tak jauh dengan masa masa lalu dan  sekarang ini.

“Kalau Prabowo jelas akan lebih mulus dalam proses pencalonan baik berpasangan dengan Puan Maharani maupun dengan siapapun saja karena memiliki infrastruktur politik yg siap dan sangat mendukung, dalam  pertandingan saya ibaratkan Prabowo Subianto dan Puan Maharani dalam  posisi standby, namun untuk meraih kemenangan sangat berat mengahadapi Anies Baswedan atau Ganjar Pranowo kalau ke dua tokoh ini mereka berhasil mendapatkan  perahu atau tiket mengikuti Pilpres 2024 nanti,” pungkasnya.

(dia/matakalteng.com)

Share1Tweet1SendShareShareSendScan
ad-space
Previous Post

Dua Wakil Kalteng Asal Mura Masuk Final FSQ Nasional 

Next Post

Pemprov Kalteng Bahas Penyelesaian Lahan Tumpang Tindih

Berita Terkait

Politik

Musda V DPD Partai Golkar Pulpis, Ahmad Rifa’i Terpilih Sebagai Ketua Secara Aklamasi

Sabtu, 23 Mei 2026
Politik

Konsolidasi Besar PDIP Kotim, Musancap Jadi Langkah Awal Perkuat Mesin Partai Hingga Desa

Rabu, 20 Mei 2026
Politik

Penjaringan Pimpinan PKB Kotim Menghangat, Sembilan Figur Masuk Bursa Calon Ketua

Rabu, 15 April 2026
Politik

Muscab PKB Zona Barat Jadi Titik Awal Konsolidasi Menuju Pemilu 2029

Rabu, 15 April 2026
Politik

Musyawarah Cabang PKB Zona 3 Perkuat Konsolidasi dan Regenerasi Kepemimpinan

Rabu, 15 April 2026
Politik

PDIP Kalteng Gelar Bukber Ramadan Bersama Kader dan Anak Panti

Selasa, 10 Maret 2026
Load More
Next Post

Pemprov Kalteng Bahas Penyelesaian Lahan Tumpang Tindih

Masyarakat Didorong Kenalkan Budaya Lokal Pada Anak

Ini Penyebab Kematian Ibu dan Bayi

Kualitas Pelayanan Kesehatan di Mura Terus Ditingkatkan 

Antisipasi Terjadinya Klaster Nataru, Pemkab Kotim Genjot Vaksinasi

Discussion about this post

Banner

PILIHAN EDITOR

Polda Kalteng Ungkap 121 Kasus Kejahatan Jalanan Selama 2026, 233 Tersangka Berhasil Diamankan

Sabtu, 30 Mei 2026

Raih WTP Ke-12 Beruntun, Bukti Komitmen Pemkab Kotim Kelola Keuangan Secara Transparan

Jumat, 29 Mei 2026

Gubernur Kalteng Lantik Sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

Selasa, 26 Mei 2026

Damkar Kotim Bergerak Cepat Padamkan Kebakaran di Gang Mutiara, Dugaan Sementara Korsleting Listrik

Sabtu, 23 Mei 2026

Kapasitas Pesawat Tetap Full 180 Penumpang, Super Air Jet Kurangi Bagasi Gratis

Selasa, 19 Mei 2026

Drainase Tersumbat dan Kesadaran Warga Jadi Sorotan di Tengah Banjir Perkotaan Kotim

Selasa, 19 Mei 2026

  • Hakim Nyatakan Penangkapan Tidak Sah, Rudiyanto Resmi Bebas dari Tahanan

    12225 shares
    Share 4890 Tweet 3056
  • TPP Bukan Hak bagi ASN

    5948 shares
    Share 2379 Tweet 1487
  • Ini Jadwal Libur Siswa saat Bulan Ramadhan

    4268 shares
    Share 1707 Tweet 1067
  • 317.000 Hektare Kebun Sawit Behasil Disita Satgas PKH

    3798 shares
    Share 1519 Tweet 950
  • Satgas PKH Dari Jakarta Akan Mendarat di Sampit, Tinjau Penyitaan Lahan Perusahaan Nakal

    3617 shares
    Share 1447 Tweet 904
  • Kunjungi Kalteng, Kasum TNI Pantau Langsung Penyitaan Lahan Satgas Garuda di Kotim

    2782 shares
    Share 1113 Tweet 696
  • PT HMBP dan Polda Kalteng Didenda Rp 335 Juta

    2363 shares
    Share 945 Tweet 591
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK.
TENTANG KAMI  |  PEDOMAN  |  DISCLAIMER
KEBIJAKAN PRIVASI  |  KONTAK
© 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PT RAJA DIGITAL MEDIA
JL. BUMI RAYA I, PERUM.ZAHRANA, RT.01/RW.01
KEL. BAAMANG BARAT, KEC. BAAMANG
SAMPIT, KOTAWARINGIN TIMUR, KALIMANTAN TENGAH
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini

COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK