SAMPIT – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mendukung kegiatan kebudayaan diselenggarakan di satuan pendidikan, seperti salah satu contoh mengajarkan tradisi turun temurun kepada peserta didik yang bisa disajikan dalam suatu kegiatan.
“Seperti yang hari ini saya saksikan, siswa SDN 3 Kota Besi memainkan lawang sakepeng di acara pembukaan, ini merupakan kegiatan positif untuk anak-anak. Dan bisa menjadi wadah pewarisan budaya,” kata Plt Kepala Disdik Kotim, M Irfansyah, Kamis 28 September 2023.
Lanjutnya, pendidikan warisan budaya menanamkan tanggung jawab, toleransi, saling memahami antara generasi muda, dan secara bertahap menumbuhkan jiwa kewarganegaraan. Pendidikan warisan budaya seharusnya dapat diakses secara luas dan didukung oleh semua stakeholders di bidang kebudayaan dan pendidikan.
“Salah satunya budaya lawang sakepeng ini. Sebagai bagian penting dari tradisi suku Dayak, Lawang Sakepeng kerap ditampilkan dalam upacara adat untuk menyambut tamu terhormat dan juga dalam acara pernikahan. Seni bela diri ini tidak hanya melibatkan gerakan fisik yang lincah, tetapi juga mengandung makna spiritual dan simbolis yang dalam,”ujarnya.
Sehingga kata Irfan, adalah suatu kebanggan jika budaya ini dapat dikuasai generasi muda apalagi yang masih duduk di bangku sekolah dasar. “Pencak silat menjadi dasar dari kebanyakan atrakasi Lawang sakepeng. hal ini konon di pengaruhi oleh budaya dari luar yang dibawa oleh para pedagang yang masuk ke kawasan Kalimantan. Pengaruh gerakan tersebut antara lain adalah gerakan mirip bela diri dari dataran Cina, maupun silat dari Sumatera dan Jawa,” bebernya.
(dia/matakalteng.com)






















Discussion about this post