SAMPIT – Keterbatasan jumlah ruang sekolah membuat banyak calon siswa tidak mendapat tempat di sekolah negeri pada proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tiap tahunnya di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Salah satunya di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 9 Sampit. Disebutkan oleh Kepala SMPN 9 Sampit yakni Supriyono, jika melihat dari anemo masyarakat SMPN 9 Sampit masih kekurangan ruang kelas.
“Kalau dilihat dari anemo masyarakat, SMPN 9 Sampit masih kekurangan ruang kelas. Idealnya minimal 18 ruangan belajar, namun kami cuma punya 15 ruang belajar. Makanya tiap tahun pasti banyak siswa baru yang tidak bisa tertampung,” ujarnya, Rabu 17 Maret 2021.
Lanjutnya, selain kekurangan ruang kelas pihaknya juga kekurangan guru yang negeri, namun hal itu bisa disiasati dengan merekrut guru honor.
Sedangkan untuk pembelajaran tatap muka (PTM) di tengah pandemi Covid-19 ujarnya, tidak banyak masalah ditemukan karena pihaknya menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.
“SMPN 9 Sampit sudah melaksanakan PTM sejak bulan Januari sesuai surat edaran Bupati dan Kadis serta sudah mendapatkan ijin dari Satgas Gugus Covid-19 dan sudah mendapatkan persetujuan dari Kepala Dinas Pendidikan untuk melaksanakan PTM,” tegasnya.
Leih lanjut, hampir 3 bulan sudah pihaknya melaksanakan PTM, di mana pelaksanaan protokol kesehatannya sudah sesuai dengan arahan Satgas Gugus Covid-19. Sarana dan prasarana sudah sesuai.
“PTM Kami laksanakan pakai shif. Setiap pergantian shif dan pulang sekolah, ruangan kelas kami semprot dengan disinfektan. Alhamdulilah hampir 3 bulan PTM, anak-anak dan staf pengajar tidak ada masalah dengan kesehatannya. Dan karakter anak mulai terbentuk lagi,” demikiannya.
(dia/matakalteng.co.id)






















Discussion about this post