SAMPIT – Dimasa kini, internet sudah jadi kebutuhan bagi banyak orang terutama di perkotaan. Di kota-kota besar, bukan hal sulit memperoleh akses internet yang cepat dan stabil. Namun, bagi wilayah-wilayah pedalaman atau remote area, memperoleh dan menghadirkan akses internet merupakan tantangan tersendiri.
Khususnya di daerah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), pemerintah disebut bakal butuh dana ektra buat membangun infrasruktur telekomunikasi agar menjangkau daerah terpencil. Sebab, infrastruktur pendukung jaringan internet di daerah terpencil belum terpenuhi.
Untuk itu Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotim Muhammad Kurniawan Anwar mengatakan, pemerintah setempat bisa menggandeng operator seluler untuk bekerjasama membangun jaringan di Kotim hingga ke desa-desa agar dana tidak terlalu besar dan masyarakat bisa merasakan manfaatnya.
“Kebutuhan akan jaringan internet ini sudah sangat penting di masa sekarang. Karena hampir semua kegiatan mengharuskan menggunakan akses internet yang didukung oleh jaringan lancar. Namun di era modern ini masih ada masyarakat yang tidak bisa menikmati kemudakan akses internet,” ujarnya, Rabu 17 Maret 2021.
Dirinya menyayangkan pemerintah yang masih belum memprioritaskan penyediaan akses internet, padahal ini sangat dibutuhkan masyarakat. Bahkan di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang yang notabene pusat kota, masih banyak titik yang susah signal.
Lanjutnya, perkembangan teknologi Internet dalam kehidupan sehari-hari memiliki dampak yang luar biasa positif di berbagai aspek kehidupan, termasuk juga di dalam dunia pendidikan. Sistem pendidikan yang didukung dengan teknologi Internet telah menghasilkan metode pembelajaran jarak jauh yang dapat digunakan oleh pihak pengajar dan pelajar di sekolah.
“Oleh karena itu, saat ini internet memiliki peran penting sebagai sarana penunjang perkembangan kualitas pendidikan di Indonesia khususnya juga di Kotim,” ungkap Kurniawan.
Sehingga ujarnya, sangat bertolak belakang jika pemerintah memberikan kemudahan pelayanan melalui beragam aplikasi online namun tidak di dukung dengan penyediaan jariangannya.
“Terlebih lagi masih ada sebagian sekolah yang melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang mengharuskan menggunakan internet karena adanya pandemi Covid-19 ini,” sebutnya.
Ketersediaan akses internet juga menjadi salah satu perhatian pemerintah pusat dan dijadikan salah satu indikator penilaian desa. Sebuah daerah dianggap masih tertinggal, salah satunya juga dilihat dari kemudahan akses Internetnya.
(dia/matakalteng.co.id)






















Discussion about this post