SAMPIT – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotawaringin Timur (Kotim) Ramli meminta, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat melakukan kajian terhadap penyebab masih terjadinya gizi buruk khususnya di Kecamatan Teluk Sampit.
Menurutnya, persoalan gizi buruk ini harus ditangani lebih serius oleh pemerintah karena menyangkut keselamatan hidup anak-anak di daerah itu. “Apakah penyebabnya karena perekonomian masyarakat di sana rendah atau apa sehingga menyebabkan masih banyaknya balita yang mengalami gizi buruk di Kecamatan Teluk Sampit,” ujar legislator daerah pemilihan (dapil) I ini, Sabtu 30 Oktober 2021.
Dirinya juga mengimbau agar perusahaan sekitar turut mengambil peran dalam persoalan ini, misalnya dengan cara menyumbangkan bantuan sembako atau makanan bergizi lainnya melalui dana CSR. “Jadi peran perusahaan tidak hanya untuk membantu pembangunan infrastruktur tapi juga bisa melalui pembangunan sumber daya manusianya salah satunya membantu perbaikan gizi untuk anak-anak di sekitarnya. Bisa bekerjasama dengan puskesmas atau pemerintah desa setempat,” tegasnya.
Ramli berharap, persoalan gizi buruk ini di tahun depan sudah menunjukkan pengurangan. Atau setidak-tidaknya pemerintah sudah mengetahui penyebabnya dan sudah tahu langkah apa yang harus diambil untuk mengupayakan kondisi ini membaik. Diketahui, untuk balita yang mengalami gizi buruk di Kecamatan Teluk Sampit sebanyak 32 balita, kurang gizi 90 balita maka total balita yang mengalami gizi buruk dan kurang gizi yakni 122 balita atau sekitar 20 persen dari total balita.
(dia/matakalteng.com)






















Discussion about this post