SAMPIT – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotawaringin Timur (Kotim) Rinie Anderson kembali mengingatkan, agar masyarakat khususnya di Kotim tetap memperhatikan penerapan protokol kesehatan (Prokes), lebih khususnya dengan menjaga jarak apalagi ketika di pusat perbelanjaan atau pasar.
Hal ini disampaikan menanggapi masih banyaknya masyarakat yang kurang menyadari akan bahaya Covid-19. Hal ini terbukti dengan membandelnya masyarakat yang tetap berdesak-desakan di pasar.
“Kalau alasannya untuk membeli baju, saya rasa itu bukan alasan yang tepat. Karena membeli baju itu bisa jauh-jauh hari sebelum lebaran, sehingga menjelang lebaran ini tidak ada lagi yang berdesak-desakan di pasar. Apalagi sekarang jamannya sudah canggih, sudah banyak aplikasi belanja online,” tegasnya, Minggu 9 Mei 2021.
Dirinya meminta, agar masyarakat mau bekerjasama khususnya hingga Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah usai. Agar jangan sampai memunculkan cluster baru usai lebaran nanti.
“Yang kita khawatirkan, tren Covid-19 menjadi naik lagi. Seperti usai libur Imlek bulan lalu, maka saya harapkan libur Idulfitri ini jangan sampai juga menyumbang peningkatan pasien positif Covid-19,” harap Rinie.
Rinie juga mendorong, agar Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 lebih aktif lagi melakukan patroli. Tidak hanya siang hari namun juga pada malam hari ke tempat-tempat yang berpotensi banyaknya orang berkumpul yakni pasar dan tempat hiburan lainnya.
“Karena saya lihat sekarang masyarakat sudah mulai santai dan kurang memperhatikan Prokes lagi. Padahal di Kotim pasien Covid-19 kembali meningkat, seharusnya masyarakat menyadari bahayanya berkeliaran tanpa menerapkan Prokes dengan benar,” ungkap Rinie.
Dari pantauan, tidak hanya pasar-pasar yang menjadi tempat berkumpulnya masyarakat pada malam hari. Namun sejumlah cafe yang ada di Kota Sampit juga sudah mulai dikunjungi banyak mudai-mudi hingga larut malam.
“Padahal Kotim sudah melakukan penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro, harusnya pengawasannya lebih ketat lagi. Jangan sampai lengah dan menimbulkan banyak masyarakat yang terpapar,” demikian Rinie.
(dia/matakalteng.com)






















Discussion about this post