SAMPIT — Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor menegaskan pentingnya momentum halal bihalal dan siraman rohani sebagai sarana mempererat kebersamaan sekaligus memperkuat nilai spiritual aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan KORPRI Kotim.
“Mari kita lapangkan hati untuk saling maaf-memaafkan atas segala kesalahan dan kekhilafan yang pernah diperbuat, sehingga dalam berbagai aktivitas selanjutnya kita semua dapat selalu menjaga keharmonisan dan bersinergi antara satu dengan lainnya,” ujar Halikinnor, Senin 20 April 2026.
Ia juga mengajak seluruh ASN untuk terus menjaga kekompakan dalam bekerja dengan mengedepankan etos kerja keras, cerdas, dan ikhlas, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan berlandaskan nilai dasar ASN BerAKHLAK.
Menurutnya, hanya dengan komitmen tersebut, visi mewujudkan Kotim yang sejahtera, bermartabat, maju, dan berkelanjutan dapat benar-benar terwujud, bukan sekadar slogan semata.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta juga diajak mendengarkan tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Achmad Robita, S.H.I., M.Pd., yang juga menjabat sebagai Ketua PCNU Kotim.
Halikinnor menjelaskan, kehadiran penceramah dari internal KORPRI bukan tanpa alasan, melainkan sebagai upaya memperkenalkan potensi ASN yang memiliki kompetensi di bidang keagamaan sekaligus memperkuat kedekatan emosional dalam penyampaian pesan spiritual.
“Keputusan ini bukan tanpa alasan selain untuk memperkenalkan anggota KORPRI yang memiliki kompetensi sebagai penceramah. Mendengarkan tausiyah dari rekan kita sendiri memiliki nilai spiritual dan emosional yang jauh lebih dalam, karena beliau adalah orang yang setiap hari merasakan dinamika, tantangan, dan suka duka yang sama dengan bapak/ibu sekalian dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tuturnya.
Ia menambahkan, hal ini juga menjadi bukti bahwa KORPRI Kotim memiliki sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara profesional, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual yang kuat.
“Kita harus saling menginspirasi. Jika rekan kita sendiri mampu menyampaikan kebaikan, maka kita semua pun memiliki potensi yang sama untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih bermanfaat. Karena sejatinya, nasihat yang paling membekas adalah nasihat yang datang dari orang yang berjalan di jalan yang sama dengan kita,” pungkasnya.
Sebagai penutup, Halikinnor mengajak seluruh ASN menjadikan kegiatan siraman rohani sebagai refleksi diri untuk terus meningkatkan integritas, inovasi, serta dedikasi dalam membangun Kotim ke arah yang lebih baik.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post