PULANG PISAU – Status siaga posko lapangan dan posko induk kebakaran hutan dan lahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pulang Pisau resmi ditutup, Kamis 31 Oktober 2019.
Dengan ditutupnya status siaga bencana tersebut, tentunya belum sepenuhnya memadamkan karhutla untuk wilayah selatan Pulpis yang meliputi Kecamatan Pandih Batu, Sebangau Kuala dan Kahayan Kuala yang merupakan daerah pesisir masih memiliki 32 titik hotspot.
“Untuk pemadaman wilayah pesisir sangat sulit yang dikarenakan medan yang ditempuh tidak bisa ditembus dan hanya dapat melakukan pemadaman sebanyak 1,3% saja,” ucap Kepala Bidang Operasi BPBD Pilang Pisau, Tekson.
Mayor inf Mulyadi mengatakan dengan ditutupnya kegiatan tersebut, kedepannya pihaknya akan terus melakukan koordinasi kepada masing-masing posko dan akan tetap melaksanakan pemadaman dengan upaya masing-masing.
“Kami akan terus melaksanakan pemadaman dan patroli yang tergabung dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni dan masyarakat sekitat,” ucap Mul.
Mul menjelaskan, kendala selama pemadaman adalah jumlah personil yang tidak sebanding dengan luasan wilayah karhutla, sarana prasarana, kondisi masyarakat yang kurang perduli dengan kebakaran yang ada disekitar.
Sementara itu, Kalaksa BPBD Pulpis, Salahudin menginginkan pemerintah desa memiliki suatu anggaran untuk perlengkapan karhutla agar pemdes bisa melakukan pemadaman dini. Sebab, Apabila menunggu instruksi posko induk sangatlah memakan waktu.
“Sehingga dengan adanya itu di pemdes, posko induk akan merasa sangat terbantu,” kata Salahudin.
Tambahnya, Perusahaan yang berada diwilayah pulpis kedepannya bertanggung jawab untuk memiliki program kesiap siagaan dan perlu adanya suatu pelatihan.
“Tidak hanya petugas pemkab, nantinya juga pemdes dan perusahaan yang ada di pulang pisau ikut andil dalam penanganan karhutla,” tutup Salahudin.
(and/matakalteng.com)
















Discussion about this post