SAMPIT – Keberhasilan RT 16 Perumahan Tidar, Kelurahan Baamang Barat, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), meraih prestasi dalam Lomba Gapura Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Selain menjadi ajang syukuran atas capaian tersebut, kegiatan itu juga menjadi momentum memperkuat semangat gotong royong sekaligus menyampaikan aspirasi pembangunan lingkungan kepada pemerintah.
Pelaksana Tugas (Plt) Camat Baamang, Yudi Aprianur, mengucapkan selamat kepada seluruh warga RT 16 yang telah berhasil mengharumkan nama Kecamatan Baamang dan Kabupaten Kotim hingga tingkat provinsi.
“Alhamdulillah kita berhasil meraih prestasi di tingkat provinsi. Semoga pada kegiatan-kegiatan berikutnya RT ini tetap berpartisipasi dan mendapatkan hasil yang lebih baik lagi,” ujar Yudi, Rabu 10 Juni 2026.
Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan bukti nyata bahwa semangat gotong royong masih terjaga dengan baik di tengah masyarakat. Ia berharap nilai-nilai kebersamaan yang telah ditunjukkan selama proses pembangunan dan penataan gapura dapat terus dipertahankan.
“Gotong royong yang telah dilaksanakan oleh warga RT 16 ini harus terus dijaga. Ini sejalan dengan moto Kabupaten Kotawaringin Timur, Habaring Hurung, yang berarti semangat kebersamaan, persatuan dan kerja sama dalam membangun daerah,” katanya.
Yudi menegaskan pembangunan lingkungan tidak dapat sepenuhnya bergantung kepada pemerintah. Peran aktif masyarakat dinilai sangat penting, terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah terjadinya banjir.
“Kami berharap dukungan masyarakat terus ditingkatkan. Jika ada drainase yang tersumbat atau lingkungan yang perlu dibersihkan, mari kita gotong royong bersama. Kalau hanya mengandalkan bantuan pemerintah tentu membutuhkan proses dan waktu,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, warga juga menyampaikan harapan agar prestasi yang telah diraih dapat menjadi perhatian pemerintah terhadap sejumlah kebutuhan infrastruktur di lingkungan RT 16. Aspirasi yang disampaikan meliputi peningkatan jalan lingkungan, pembangunan drainase dan dukungan terhadap program sanitasi guna mengurangi potensi banjir yang masih kerap terjadi saat curah hujan tinggi.
Menanggapi hal itu, Yudi menyatakan pemerintah kecamatan akan terus berkoordinasi dengan pihak kelurahan dan pemerintah kabupaten agar berbagai kebutuhan masyarakat dapat diusulkan melalui mekanisme perencanaan pembangunan daerah.
Sementara itu, Ketua Tim Penilai Lomba Gapura Tingkat Kabupaten Kotawaringin Timur, Dr. Oktav Pahlepi, mengungkapkan bahwa pencapaian RT 16 merupakan prestasi yang membanggakan karena berhasil mewakili Kotim pada ajang tingkat Provinsi Kalimantan Tengah.
“Pertama-tama kami mengucapkan selamat kepada RT 16 yang berhasil menjadi juara pertama tingkat kabupaten dan mewakili Kabupaten Kotawaringin Timur di tingkat provinsi. Ini merupakan pencapaian yang luar biasa dan patut diapresiasi,” ujarnya.
Oktav menjelaskan bahwa lomba gapura yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bukan hanya menilai keindahan bangunan fisik semata, melainkan juga menitikberatkan pada partisipasi dan kekompakan masyarakat.
“Substansi terpenting dari lomba ini sebenarnya adalah kebersamaan dan gotong royong warga. Sejauh mana masyarakat mampu bekerja sama, saling membantu dan memiliki kepedulian terhadap lingkungannya. Itu yang menjadi nilai utama dalam penilaian,” katanya.
Menurutnya, semangat kebersamaan yang ditunjukkan warga RT 16 menjadi salah satu faktor utama yang mengantarkan kawasan tersebut meraih prestasi membanggakan. Ia berharap kekompakan tersebut dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang.
Oktav mengungkapkan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berencana menjadikan lomba gapura sebagai agenda tahunan sehingga daerah-daerah yang telah berprestasi memiliki kesempatan untuk kembali menunjukkan inovasi dan kreativitas masyarakatnya.
“Ke depan kegiatan ini akan terus dilaksanakan. Harapan kami RT 16 dapat mempertahankan prestasi yang sudah diraih dan bahkan mampu meningkatkan pencapaian pada penyelenggaraan berikutnya,” tuturnya.
Ia menambahkan, selain aspek estetika dan kreativitas, penilaian juga mencakup kondisi lingkungan, partisipasi masyarakat, kebersihan kawasan, serta keberlanjutan program gotong royong yang dijalankan oleh warga setempat.
Keberhasilan RT 16 Perumahan Tidar menjadi bukti bahwa keterbatasan waktu dan sumber daya tidak menjadi penghalang untuk berprestasi. Dengan semangat kebersamaan dan partisipasi aktif masyarakat, kawasan permukiman tersebut mampu tampil sebagai salah satu yang terbaik di Kalimantan Tengah.
Warga berharap prestasi yang telah diraih tidak hanya menjadi kebanggaan semata, tetapi juga menjadi momentum percepatan pembangunan infrastruktur lingkungan, khususnya peningkatan jalan, drainase dan fasilitas pendukung lainnya yang dibutuhkan masyarakat.
(dia/matakalteng)


















Discussion about this post