SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), menegaskan komitmennya menindaklanjuti berbagai usulan masyarakat yang disampaikan anggota DPRD dalam rapat paripurna penyampaian hasil reses DPRD Kotim. Aspirasi yang diserap dari berbagai daerah pemilihan itu dinilai menjadi pijakan penting dalam penyusunan prioritas pembangunan daerah.
Wakil Bupati Kotim Irawati, menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan menyikapi seluruh usulan tersebut dengan menyesuaikan kemampuan anggaran yang tersedia.
“Untuk meningkatkan bagaimana usulan tersebut bisa kita menyikapinya dengan anggaran yang ada. Kalau kebijakan itu, seperti tadi disebutkan di pendidikan, yang seharusnya ada MCK yang memadai tapi cuma satu, nah itu menjadi usulan sangat bagus. Tentunya ini bagaimana nanti pemerintah daerah menyikapi hal itu dan lain-lainnya,” ujarnya usai rapat paripurna, Senin 23 Februari 2026.
Ia mencontohkan sektor pendidikan sebagai salah satu prioritas mendesak, terutama terkait sarana dan prasarana dasar seperti toilet (MCK) yang masih belum memadai di sejumlah sekolah.
Kondisi tersebut dinilai berpengaruh langsung terhadap kenyamanan dan kesehatan peserta didik, sehingga perlu menjadi perhatian dalam pengalokasian anggaran mendatang.
“Setiap aspirasi yang masuk tidak serta-merta dapat langsung direalisasikan, namun akan melalui proses kajian teknis dan penyesuaian dengan program prioritas daerah. Pemerintah daerah juga harus memastikan bahwa setiap kebijakan tetap sejalan dengan visi pembangunan serta regulasi yang berlaku,”tegasnya.
Rapat paripurna tersebut menjadi momentum strategis untuk menyelaraskan perencanaan antara legislatif dan eksekutif. Hasil reses yang disampaikan anggota dewan mencerminkan kebutuhan riil masyarakat di lapangan, mulai dari infrastruktur dasar, peningkatan layanan pendidikan, hingga fasilitas umum lainnya.
Ia menambahkan, kolaborasi antara DPRD dan pemerintah daerah sangat diperlukan agar setiap aspirasi dapat diterjemahkan menjadi program yang terukur dan tepat sasaran. Pemerintah daerah, lanjutnya, terbuka terhadap masukan serta siap melakukan pembahasan lanjutan bersama Bupati dan perangkat daerah terkait guna menentukan skala prioritas.
“Silakan nanti kita koordinasikan lebih lanjut dengan Bapak Bupati dan perangkat daerah. Prinsipnya, semua usulan yang baik tentu menjadi perhatian kita bersama,” tandasnya.
Dengan komitmen tersebut, Pemkab Kotim berharap aspirasi hasil reses tidak berhenti pada tataran laporan, melainkan benar-benar menjadi bagian dari perencanaan pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post