SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas makanan yang disalurkan melalui Program Sekolah Rakyat, menyusul munculnya isu di media sosial terkait kelayakan konsumsi makanan bagi anak-anak penerima manfaat.
“Alhamdulillah, hari ini saya bersama Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kotawaringin Timur, para kepala sekolah, guru, wali pendamping, serta perwakilan dari vendor MBG, melaksanakan rapat koordinasi untuk membahas polemik yang sedang beredar di media sosial terkait makanan yang disediakan dalam Program Sekolah Rakyat sebuah program dari Kementerian Sosial Republik Indonesia,” kata Wakil Bupati Kotim Irawati, Rabu 29 Oktober 2025.
Ia mengatakan, isu mengenai makanan yang dianggap tidak layak konsumsi bagi anak-anak penerima manfaat ini telah menimbulkan keprihatinan di masyarakat. Karena itu, Pemkab Kotim menegaskan dukungannya agar pelaksanaan Program Sekolah Rakyat berjalan sesuai standar yang ditetapkan Kementerian Sosial, terutama dalam hal kualitas dan kelayakan makanan bagi anak-anak.
Dalam rapat tersebut, seluruh pihak diberikan kesempatan untuk menyampaikan klarifikasi dan masukan. Dinas Sosial juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pihak penyedia (vendor) serta memperkuat mekanisme pengawasan di lapangan.
“Saya juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pihak sekolah, pendamping sosial, dan vendor agar program ini benar-benar memberikan manfaat bagi anak-anak yang membutuhkan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Irawati berharap masyarakat dapat tetap tenang dan bijak dalam menanggapi informasi yang beredar di media sosial.
Pemerintah daerah bersama Kementerian Sosial berkomitmen menindaklanjuti setiap temuan di lapangan dengan cepat dan transparan, demi memastikan kesejahteraan serta kesehatan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post