SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Halikinnor, menegur keras perilaku sebagian warga yang dinilai abai menjaga kebersihan lingkungan. Teguran ini disampaikan menyusul banjir yang melanda sejumlah titik di Kota Sampit, meski pemerintah daerah sudah melakukan berbagai upaya perbaikan drainase.
“Terkait banjir ini menjadi salah satu problem kita. Kita sedang berusaha bagaimana drainase di kota ini bisa lancar. Saat ini kita sudah punya ekskavator amfibi, namun karena tengah pasang, banjir kemarin cukup tinggi. Ini akan menjadi perhatian kita,” ujarnya, Rabu 13 Agustus 2025.
Ia menyesalkan masih ada warga yang membiarkan sampah menumpuk di halaman rumah dan enggan turun membantu saat gotong royong.
“Harusnya lingkungan punya kesadaran. Kita harus sama-sama menjalankan kebersihan lingkungan. Jangan sampai saat gotong royong hanya duduk di teras merokok. Tidak mungkin pemerintah mengakomodir semua di lingkungan gang-gang kecil,” tegasnya.
Menurutnya, kesadaran masyarakat sangat diperlukan untuk mengurangi risiko banjir, terlebih Kota Sampit kini menjadi tuan rumah bagi Korem yang baru pindah ke daerah tersebut.
“Kita bangga, namun ini juga jadi beban bagi kita bagaimana Kota Sampit layak untuk keberadaan Danrem di sini,” katanya.
Halikinnor menyebut pemerintah telah mendata titik-titik drainase yang perlu diperbaiki dan memiliki program pengembangan, termasuk penerangan dan perbaikan drainase.
Namun, ia mengingatkan keterbatasan anggaran membuat peran warga semakin penting.
“Paling tidak, selokan dan parit kecil dipelihara dulu oleh masyarakat atau kecamatan, agar rumput tidak menutupi jalan air,” ujarnya.
Bupati memastikan pihaknya akan terus berupaya mengatasi banjir, namun partisipasi aktif semua pihak tetap menjadi penentu utama.
“Kami akan upayakan agar tidak ada banjir lagi, tapi ini harus dikerjakan bersama. Tolonglah kerja samanya,” tutupnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post