SAMPIT – Kekhawatiran melanda tenaga kontrak (tekon) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terkait nasib mereka setelah mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap II. M Teguh Sobirin, perwakilan tekon Kotim, mengungkapkan keresahan para tenaga kontrak yang masih menanti kepastian dari hasil seleksi tersebut.
“Kami sangat resah melihat kondisi di daerah lain. Di Murung Raya, 775 tenaga kontrak tidak diperjuangkan lagi karena alasan keterbatasan anggaran. Kami di Kotim sangat mengapresiasi Komisi I DPRD dan SOPD terkait yang masih berupaya memperjuangkan nasib kami,” ujar Teguh, Sabtu 19 Mei 2025.
