SAMPIT – Fenomena alam Super New Moon yang terjadi awal Mei 2025 mulai berdampak pada kenaikan tinggi muka air laut secara signifikan di beberapa wilayah pesisir Kalimantan Tengah. Berdasarkan data dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), tinggi muka air di titik pemantauan PDA Samuda mengalami lonjakan tajam pada Sabtu, 4 Mei 2025.
Kenaikan dimulai sejak pukul 08.00 WIB dengan ketinggian sekitar 2,4 meter dan terus meningkat hingga lebih dari 4 meter pada pukul 13.00 WIB.
“Kondisi ini menunjukkan peningkatan volume air yang drastis dalam waktu relatif singkat, sekitar lima jam,”kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kotawaringin Timur, Multazam, Minggu 4 Mei 2025.
Tren grafik dari sistem pemantauan mencatat pola kenaikan curam sejak pukul 09.00 WIB yang kemudian mulai melandai setelah lewat tengah hari. Peningkatan ini perlu menjadi perhatian serius bagi warga dan pihak berwenang untuk mengantisipasi potensi banjir, terutama di wilayah dataran rendah dan daerah hilir sungai.
Multazam juga mengonfirmasikan bahwa fenomena ini berkaitan langsung dengan Super New Moon yang terjadi dalam periode tersebut.
“Dikarenakan adanya Super New Moon berdampak pada potensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum di beberapa daerah, termasuk wilayah pesisir Kalimantan Tengah. Kami juga menghimbau potensi akan adanya banjir rob,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa berdasarkan prediksi yang dihimpun pihaknya, ketinggian pasang bulan ini cenderung lebih tinggi dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.
“Untuk prediksi ketinggian pasang pada bulan ini dominan lebih tinggi daripada biasanya, dan keadaan pasang tertinggi, khususnya di daerah Kalimantan Tengah, kami perkirakan akan berpotensi pada 10 hari pertama dan akhir bulan Mei,” tegas Multazam.
Sementara itu, berdasarkan prakiraan pasang surut harian dari Stasiun Meteorologi Kelas III Iskandar Kotawaringin Barat, tinggi muka air laut di wilayah Teluk Sampit juga menunjukkan tren serupa.
Pada besok Senin, 5 Mei 2025, ketinggian air laut diprediksi naik sejak pukul 07.00 WIB dari posisi sekitar 1,6 meter. Kenaikan terus berlanjut hingga mencapai puncak lebih dari 3,2 meter pada pukul 12.00 hingga 13.00 WIB.
Kondisi ini tercatat jauh melampaui garis Mean Sea Level (MSL) yang ditandai pada level 1,8 meter. Setelah melewati puncaknya, permukaan air laut mulai menurun secara bertahap dan kembali berada di kisaran 1,4 meter menjelang malam hari.
BMKG mengingatkan warga pesisir agar tetap siaga terhadap potensi genangan yang dapat timbul akibat pasang maksimum, serta mengatur aktivitas pelayaran tradisional dan perikanan agar tidak terdampak secara langsung oleh kondisi ekstrem tersebut.
Dengan kondisi pasang yang diprediksi terus terjadi hingga akhir bulan, BPBD bersama instansi teknis lainnya terus memantau perkembangan secara intensif.
“Masyarakat diimbau untuk memperbarui informasi cuaca dan kondisi pasang secara berkala, serta segera melaporkan ke perangkat desa atau kelurahan jika terjadi potensi bencana di lingkungan sekitar,” tutupnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post