SAMPIT – Memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2025, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur mengadakan kegiatan simulasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tingkat satuan pendidikan.
Kegiatan ini digelar di SMP Negeri 8 Sampit dan dimulai pada Rabu, 23 April 2025, dengan materi pengetahuan dasar serta pelatihan teknis sederhana mengenai penanggulangan karhutla.
“Kegiatan ini merupakan upaya edukatif untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana di kalangan pelajar sejak dini,”kata Kepala BPBD Kotim Multazam, Rabu 23 April 2025.
Puncak kegiatan akan dilaksanakan pada Kamis, 24 April 2025, di mana seluruh skenario penanggulangan karhutla akan diperankan secara mandiri oleh para siswa dan guru SMPN 8 Sampit.
Mereka akan dibimbing oleh tim gabungan dari BPBD Kotim, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat), Pos SAR Sampit, Palang Merah Indonesia (PMI), serta Pondok Kerja Manggala Agni Sampit.
“Kami mengadakan simulasi karhutla di SMPN 8 Sampit. Hari ini pelatihan, besok siswa dan guru akan melaksanakannya secara mandiri dengan pendampingan dari BPBD, Disdamkarmat, Pos SAR Sampit, PMI, dan Manggala Agni,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya untuk membangun pemahaman teknis, tetapi juga untuk menanamkan tanggung jawab sosial dan kesiapsiagaan menghadapi bencana di kalangan pelajar.
Multazam juga menegaskan bahwa kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara mandiri oleh satuan pendidikan lainnya dengan skenario yang lebih sederhana, baik untuk bencana karhutla maupun bencana banjir.
“Kegiatan ini juga kami dorong untuk dapat dilaksanakan secara mandiri oleh satuan pendidikan lainnya. Surat terkait kegiatan ini sudah kami sampaikan melalui Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama,” jelasnya.
BPBD berharap dengan adanya kegiatan ini, budaya sadar bencana dapat tumbuh dan berkembang di lingkungan sekolah.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post