SAMPIT – Menanggapi data yang menunjukkan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sebagai daerah dengan jumlah penduduk miskin tertinggi di Kalimantan Tengah, Bupati Halikinnor memberikan penjelasan komprehensif terkait faktor-faktor yang memengaruhi angka tersebut.
Menurut Halikinnor, meski angka kemiskinan di Kotim mengalami penurunan setiap tahunnya, lonjakan jumlah penduduk akibat arus masuk pendatang baru menjadi salah satu penyebab utama tingginya angka secara absolut.
“Kenapa Kotim jadi yang tertinggi? Karena jumlah penduduk kita juga paling banyak di Kalimantan Tengah. Dan banyak dari mereka bukan penduduk asli, melainkan pendatang yang datang setelah Lebaran membawa keluarga besar, bahkan 10 sampai 15 orang sekaligus,” ungkap Halikinnor, Rabu 16 April 2025.
Para pendatang tersebut, lanjutnya, umumnya belum memiliki pekerjaan tetap dan sedang berupaya mencari nafkah. Hal ini berdampak langsung terhadap tingkat pengangguran dan kemiskinan di daerah.
“Sering kali mereka datang tanpa persiapan, dan akhirnya terlantar. Kita bahkan beberapa kali membantu memulangkan mereka ke daerah asalnya,” tambahnya.
Sebagai bentuk respons terhadap kondisi ini, Pemkab Kotim menjalankan berbagai program pemberdayaan, termasuk penguatan sektor UMKM. Setidaknya 3.000 pelaku usaha kecil di Kotim sedang dalam proses mendapatkan bantuan dan dukungan dari pemerintah daerah.
“Kita tidak bisa melarang orang datang ke Kotim karena wilayah kita sangat terbuka, baik lewat laut, udara, maupun darat. Yang bisa kita lakukan adalah menyiapkan langkah antisipasi dan pembangunan yang inklusif,” jelasnya.
Data BPS Kalimantan Tengah menunjukkan bahwa jumlah penduduk miskin di Kotim mencapai 26,69 ribu jiwa, tertinggi dibanding kabupaten/kota lainnya. Di bawah Kotim, Kabupaten Kapuas mencatat angka 19,47 ribu jiwa, disusul Seruyan (16,06 ribu), dan Kotawaringin Barat (13,43 ribu).
Meski tantangan besar, Bupati optimistis dengan strategi yang dijalankan secara kolaboratif, angka kemiskinan dapat terus ditekan.
“Kita punya potensi besar, dan dengan kerja sama semua pihak, Kotim bisa lebih maju dan sejahtera,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post