SAMPIT – Warga RT 29 RW 11, Kelurahan Sawahan, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, kabupaten Kotawaringin Timur meminta pemerintah setempat melakukan pengerukan drainase yang tersumbat di wilayah itu menggunakan ekskavator.
“Karena, saat kami melakukan gotong royong ada keterbatasan tenaga untuk melakukan pengerukan sungai. Terutama saat ini banyak titik-titik di sungai yang mengalami pendangkalan,”kata Ketua RT 29, Koter Susanto, Senin 13 Januari 2025.
Lanjutnya, untuk meminimalisir terjadinya banjir yang diakibatkan pendangkalan sungai di wilayah itu pihaknya sengaja melakukan gotong royong bersama seluruh warga yang turut dihadiri Babinsa Kelurahan serta LPMK wilayah setempat.
“Khususnya untuk membersihkan lingkungan dan sungai, karena rata-rata sungai di wilayah ini kurang adanya pemeliharaan dari pihak terkait khususnya dalam hal ini pemerintah melalui dinas teknisnya,”tegas Koter.
Untuk itu pihak yang berharap pemerintah menurunkan eksamini untuk membantu melakukan pembersihan Sungai khususnya di sepanjang Jalan Sempurna Barat. Apalagi sudah beberapa kali wilayah ini mengalami banjir akibat terjadinya pendangkalan Sungai bahkan tempat merendam sekolah di wilayah itu yakni SDN 3 Sawahan hingga terpaksa harus meliburkan kegiatan belajar mengajar.
“Memang saat ini banjir sudah mulai berkurang karena sebelumnya sudah dilakukan pengerukan di batas Sungai antara Kecamatan MB Ketapang dan Kecamatan Baamang. Namun tentunya akan lebih efektif lagi apabila ada eksamini yang turut membantu pengerukan di sungai jalan Sampurna Barat,”ujarnya.
Sementara itu Ketua Forum RT/RW Kelurahan Sawahan Siswandi mengparesiasi kepedulian masyarakat di wilayah itu hingga mau bergotong-royong bersama-sama membersihkan lingkungan.
“Terutama untuk membersihkan Parit atau anak sungai sebagai langkah pencegahan terjadinya banjir khususnya di daerah RT 29. Dan kami berharap nantinya pemerintah kelurahan bisa menyampaikan kepada pemerintah Kabupaten untuk membantu menggali parit tersebut agar aliran air bisa lancar hingga ke sungai pemuatan yang lebih besar,”tutupnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post