SAMPIT – Bupati kabupaten Kotawaringin Timur menyerahkan penghargaan kepada sejumlah desa yang telah berhasil mewujudkan Desa bebas buang air sembarangan atau Open Defecation Free (ODF).
“Ada 4 desa yang kita berikan penghargaan karena telah mewujudkan ODF yaitu desa Satiung dari Kecamatan Mentaya Hulu, Desa Damar Makmur dari Kecamatan Tualan Hulu, Desa Tumbang Kania dan Desa Haluan dari Kecamatan Bukit Santuai,”kata Bupati Kotim Halikinnor, Rabu 8 Januari 2025.
Dirinya berharap melalui penghargaan yang diberikan kepada empat desa tersebut akan lebih banyak Desa lagi yang terinspirasi untuk mewujudkan status Desa bebas buang air sembarangan atau ODF ini.
“Karena kesehatan masyarakat adalah prioritas utama dan keberhasilan ini merupakan langkah besar untuk meningkatkan kualitas hidup di Kotim salah satunya melalui program sanitasi yaitu tidak membuang air sembarangan,”tegasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kotim Umar Kaderi menyebutkan, saat ini capaian ODF di Kotim masih terbilang rendah, yaitu 16,8 persen dari 168 desa yang ada.
“Salah satu kendala utama adalah
kebiasaan masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai, yang masih
menggunakan buang air besar di jamban apung di sungai,”ujarnya.
Menurutnya, penduduk di sepanjang sungai sulit beralih ke jamban sehat karena keterbatasan biaya dan akses. Padahal, buang air besar sembarangan dapat menyebabkan berbagai penyakit, seperti diare cacingan, penyakit kulit, dan stunting pada anak.
“Untuk mencapai target ODF hingga 80-100 persen, diperlukan komitmen desa serta dukungan anggaran, baik dari APBD, Dana Alokasi Desa (DAD), Dana Desa (DD) maupun sumber lainnya,”tutupnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post