SAMPIT – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pembinaan keagamaan kepada para warga binaan. Salah satu adalah dengan memfasilitasi kegiatan keagamaan bagi warga binaan yang beragama Hindu.
Kegiatan itu dilaksanakan pada Kamis, 29 Agustus 2024, Lapas Sampit menggelar acara Basarah, sebuah upacara persembahyangan yang diikuti oleh sekitar 26 warga binaan beragama Hindu.
Kegiatan pembinaan keagamaan ini berlangsung di Ruangan Perpustakaan Lapas Sampit, yang disulap menjadi tempat ibadah sementara. Dimulai pada pukul 09.00 WIB, kegiatan Basarah dipimpin oleh Ibu Widya, seorang Guru Agama Hindu dari SMAN 3 Sampit. Dengan mengusung tema “Pandehen Pesan Ranying Hatalla Langit,” acara ini berjalan khidmat dan penuh makna bagi para peserta.
Basarah, dalam tradisi Hindu, adalah sebuah bentuk persembahyangan yang bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang dalam kepercayaan Hindu Dayak dikenal dengan sebutan Ranying Hatalla Langit.
Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai ritual keagamaan, tetapi juga sebagai sarana introspeksi diri dan pengharapan akan perlindungan, berkat, dan anugerah dari Tuhan.
Ini adalah bentuk pengabdian dan penyerahan total dari umat kepada Sang Pencipta, dengan harapan agar hidup mereka selalu berada di bawah naungan dan perlindungan-Nya.
Kepala Lapas Kelas IIB Sampit, dalam keterangannya, menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan keagamaan bagi seluruh warga binaan, tanpa memandang latar belakang agama mereka.
“Kami percaya bahwa pembinaan spiritual merupakan bagian penting dari proses rehabilitasi. Oleh karena itu, kami akan terus memfasilitasi berbagai kegiatan keagamaan seperti ini, sehingga para warga binaan dapat terus memperkuat iman mereka dan mendapatkan ketenangan batin selama berada di sini,” ujarnya. Kamis, 29 Agustus 2024.
Ia menambahkan bahwa Lapas Sampit tidak hanya berperan sebagai tempat pembinaan narapidana secara fisik, tetapi juga sebagai pusat pembinaan mental dan spiritual, yang diharapkan dapat membawa perubahan positif dalam diri setiap warga binaan.
(gus/matakalteng)




















Discussion about this post