SAMPIT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) menerima tanah hibah untuk pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) di Desa Rasau Tumbuh (Rastum) Kecamatan Kota Besi. Pembangunan Pustu tersebut dianggarkan pada tahun 2025 nanti.
“Saya mengapresiasi kepada warga di Desa Rastum yang mau menghibahkan tanahnya untuk pembangunan Pustu ini,” kata Bupati Kotim, Halikinnor, Senin, 5 Agustus 2024.
Halikinnor menerima secara langsung surat tanah yang dihibahkan oleh Kades Rastum saat kunjungan ke desa tersebut.
Tanah yang sebelumya milik Kepala Desa Rastum itu diserahkan kepada Pemkab Kotim untuk dibangunkan Pustu. Halikin menilai hibah tanah itu sangat bermanfaat karena dengan adanya Pustu nanti dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di desa tersebut.
“Dengan adanya Pustu ini bisa membantu masyarakat kita yang sakit belum parah bisa dilayani di sini. Kecuali yang harus dirujuk. Sehingga masyarakat tidak lagi jauh-jauh berobat,” ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kotim Umar Kaderi menambahkan sejauh ini memang di desa tersebut belum terdapat Pustu. Sehingga warga setempat berobat ke Desa Pamalian yang memang letaknya tidak jauh dari desa Rastum.
Namun ditegaskan, setiap seminggu sekali tenaga kesehatan dari Puskesmas Kota Besi melakukan kunjungan ke desa tersebut. Itu untuk mengatasi problem terkait pelayanan kesehatan yang ada di desa-desa.
“Ada juga yang berobat ke klinik kesehatan milik perusahaan yang ada di sekitar desa. Dengan adanya hibah tanah ini dan dibangun Pustu tentu lebih mempermudah warga mendapatkan layanan kesehatan,” ungkapnya.
Disampaikan, pembangunan Pustu tersebut rencananya dilakukan pada tahun 2025. Pihaknya menganggarkan sekitar Rp600 juta. Sehingga nantinya akan terbangun pustu yang sesuai standar.
“Kalau anggaran kita memungkinkan, tahun depan kita bangun. Ini dalam rangka mendukung integrasi primer yang kita terapkan di Kotim,” ucapnya.
Pembangunan diperkirakan paling lama empat bulan. Maka Pustu tersebut dapat beroperasi, pasalnya setelah pembangunan selesai pihaknya akan langsung menempatkan tenaga kesehatan seperti bidan dan perawat di desa itu.
“Alat kesehatan dan obat-obatan kita sudah siap, tinggal tenaga kesehatannya saja. Sementara kita akan menempatk nakes dari induk dulu karena dekat saja jaraknya, sehingga pelayanan kesehatan di Desa Rastum bisa berjalan semana mestinya,” tutupnya.
(dev/matakalteng)




















Discussion about this post