SAMPIT – Kabid Kedaruratan dan Logistis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Agus Mulyadi menyampaikan, sejumlah daerah di Kotim mengalami potensi banjir pada bulan April sampai Mei 2024 ini.
“Adapun kecamatan yang dimaksud sebanyak 12 kecamatan, yaitu Kecamatan Antang Kalang, Baamang, Bukit Santuai, Cempaga, Cempaga Hulu, Kotabesi, Mentawa Baru ketapang, Mentaya Hulu, Mentaya Hilir Utara, Parenggean, Telaga Antang dan Tualan Hulu,”ujarnya, Jumat 17 Mei 2024.
Menurut Agus, banjir di Kotim umumnya disebabkan oleh intensitas curah hujan tinggi yang disertai dengan durasi hujan yang cukup lama. Kondisi tersebut mengakibatkan badan sungai tidak mampu menampung aliran air permukaan yang berdampak pada air meluap ke perumahan warga.
Hal ini juga lanjutnya, yang disampaikan pihaknya dalam pembahasan evaluasi bencana banjir di Kotim pada tahun 2024 ini. Yang mana penyebab banjir semakin sering terjadi salah satunya disebabkan karena terjadinya pendangkalan sungai akibat proses sedimentasi pada badan sungai di daerah hilir.
“Hal itu akibat terjadinya degradasi lahan di daerah hulu yang mengakibatkan peningkatkan koefisien aliran dan laju erosi. Selain itu bencana banjir juga dapat semakin parah karena sampah yang menutup saluran drainase di pemukiman warga,”ungkapnya.
Tambahnya, meski belum lama ini beberapa daerah di Kotim sudah mengalami bencana banjir bahkan sejak 24 Januari 2024 lalu pemerintah Kotim sudah pernah menetatpkan status tanggap darurat banjir hingga perpanjangan status, namun sekarang banjir berangsur-angsur surut.
“Maka dari itu BPBD mengusulkan penetapan status transisi darurat ke pemulihan bencana banjir Kotim tahun 2024 selama 14 hari terhitung sejak tanggal 18 Mei hingga 31 Mei 2024,”tutupnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post