SAMPIT – Pemerintah Daerah (Pemda) Kotawaringin Timur (Kotim) terus melakukan peningkatan di bidang kesehatan salah satunya dengan transformasi. Ini sesuai dengan peraturan yang baru ditetapkan oleh pemerintah pusat. Transformasi di bidang kesehatan itu rencananya akan dilakukan secara serentak pada Januari 2024 mendatang.
“Sebenarnya transformasi bidang kesehatan ini sudah terlaksana kurang lebih 2 tahun, namun ada beberapa daerah yang memang menjadi pilot proyek transformasi bidang kesehatan, Insyaallah untuk seluruh Indonesia akan dilaksanakan serentak pada bulan Januari 2024,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kotim Umar Kaderi, Minggu 12 November 2023.
Disampaikan, transformasi bidang kesehatan adalah upaya untuk mengubah sistem kesehatan yang sudah ada agar dapat lebih efektif dan efisien dalam memberikan pelayanan kesehatan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas pelayanan, memperluas aksesibilitas, dan mengurangi disparitas dalam kesehatan antar wilayah.
“Pada transformasi bidang kesehatan itu ada enam pilar ada transformasi layanan primer, transformasi layanan rujukan, transformasi sistem ketahanan kesehatan, transformasi sistem pembiayaan kesehatan, transformasi sumber daya manusia kesehatan, dan transformasi teknologi kesehatan. Tentunya dengan begitu akan ada perubahan perilaku. Inilah yang kita harapkan untuk mewujudkan kesehatan bagi masyarakat kita,” ucapnya.
Pihaknya pun telah mempersiapkan untuk melakukan transformasi bidang kesehatan itu khususnya dilayanan primer. Ditambahkan Umar, harapan utama dari dilakukannya transformasi sistem kesehatan adalah meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Pasalnya saat ini, masih banyak masyarakat yang mengalami kesulitan dalam mengakses pelayanan kesehatan yang berkualitas.
“Transformasi sistem kesehatan diharapkan dapat mengatasi masalah ini dan memberikan layanan kesehatan yang lebih baik dan lebih efisien bagi masyarakat. Selain itu, memperluas aksesibilitas layanan kesehatan. Meskipun pemerintah telah melakukan beberapa upaya untuk meningkatkan aksesibilitas, namun masih banyak masyarakat yang sulit mengakses pelayanan kesehatan. Transformasi sistem kesehatan diharapkan dapat memberikan aksesibilitas yang lebih baik kepada masyarakat, terutama di daerah terpencil dan sulit dijangkau,” harapnya.
(dev/matakalteng.com)





















Discussion about this post