SAMPIT – Sebagai simbol perlawanan masyarakat Palestina, buah semangka turut dibagikan dan mewarnai aksi damai solidaritas bela Palestina yang dilakukan di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
“Seperti diketahui, pasukan Israel masih terus membombardir Palestina dengan berbagai macam serangan. Aksi tersebut membuat orang-orang di berbagai negara mengecam perbuatan Israel dan melakukan kampanye untuk mendukung Palestina termasuk di Kotim,”kata Ketua KNPI Kotim yang turut memfasilitasi aksi damai bela Palestina di Kota Sampit, Julianto, Jumat 10 November 2023.
Dikutip dari laman Aljazeera, pada tahun 1967 setelah Perang Arab-Israel, Israel melarang pengibaran bendera Palestina dan warna-warnanya di Gaza dan Tepi Barat, dan konon tentara Israel menangkap atau melecehkan siapa pun yang mencoba melakukannya. Tidak kehabisan akal, akhirnya warga Palestina memasang bendera Palestina dalam bentuk semangka.
“Maka dari itu dalam aksi kita ini juga diwarnai pembagian semangka untuk massa aksi. Hal ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak yakni tergambar dari banyaknya yang menyumbangkan buah semangka,”ujarnya.
Pertama, karena potongan buah semangka memiliki warna yang sama dengan bendera Palestina, yaitu merah, hitam, putih dan hijau. Sehingga untuk memprotes penindasan Israel terhadap bendera dan identitas Palestina, warga Palestina menggantinya dengan gambar semangka.
“Kedua, semangka merupakan salah satu buah yang tumbuh subur di negeri Palestina. Popularitas buah semangka di Palestina terbentang dari Jenin hingga Gaza,” pungkasnya.
(dia/matakalteng.com)



















Discussion about this post