SAMPIT – Pemerintah Desa (Pemdes) yang ada di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diminta untuk lebih menggerakkan masyarakat dalam pemanfaatan fasilitas kesehatan yang ada di wilayahnya masing-masing.
“Maksudnya agar masyarakat lebih rutin melakukan pemeriksaan kesehatannya, karena itu penting,” kata Bupati Kotim Halikinnor, Jumat 27 Januari 2023.
Menurutnya, dengan memanfaatkan fasilitas tersebut atau melakukan pemeriksaan secara rutin, masyarakat bisa memastikan kondisi kesehatannya. Jika terdapat keluhan maka bisa segera ditangani tidak menjadi parah.
“Jangan menunggu sakit, baru cek kesehatan. Nanti kalau parah penanganannya cukup sulit. Jadi lakukan cek kesehatan setiap tahun,” tuturnya.
Oleh sebab itu, pemerintah desa diminta untuk aktif dan gencar menggerakkan masyarakat memanfaatkan fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan jejaringnya termasuk posyandu lansia, posbindu penyakit tidak menular (PTM) dan posyandu remaja.
“Disamping itu, setiap ibu hamil harus memeriksakan kehamilannya minimal 6 kali selama hamil dan pastikan melahirkan di fasilitas kesehatan. Agar dapat ditangani dengan baik, dan jika terjadi permasalahan baik ibunya atau bayinya dapat segera ditangani,” pinta Halikinnor.
Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Kotim, untuk tingkat partisipasi masyarakat di bidang kesehatan, berdasarkan bayi balita yang ditimbang, penduduk usia produktif dan lanjut usia yang mendapatkan skrining atau cek kesehatan terjadi peningkatan, namun masih tergolong rendah.
Kepala Dinas Kesehatan Kotim Umar Kaderi menyebutkan, bayi atau balita yang ditimbang dan mendapat pelayanan sesuai standar ada 63,8 persen, usia produktif yang diskrining 68,5 persen dan usia lanjut diskrining 70,9 persen.
“Sedangkan posyandu aktif yang dihitung dari ketersediaan kader di posyandu, keaktifan masyarakat di posyandu, ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin, imunisasi bayi, pasangan usia subur ber-KB, dan adanya pengembangan program posyandu, baru 83 posyandu dari 317 posyandu (26,2 persen),” sebutnya.
Lanjutnya, disisi lain, penyakit hipertensi telah menjadi nomor 2 dalam 10 penyakit terbanyak di Kabupaten Kotim, sementara penderitanya yang rutin berobat hanya 52,3 persen. Sedangkan penyakit terbanyak pertama adalah infeksi pernapasan atas, yang biasanya terkait dengan musim dan cuaca.
“Sesuai dengan arahan Bupati Kotim, kami berharap dukungan lebih banyak dari para kepala desa dan tokoh masyarakat dalam menggerakkan masyarakat dalam pemanfaatan fasilitas kesehatan. Terutama untuk cek kesehatan. Sangat baik jika masyarakat rutin cek kesehatan, sebelum adanya gejala sakit yang dirasakan, agar diketahui lebih awal kondisi yang dimiliki masyarakat,” ucapnya.
(dev/matakalteng.com)





















Discussion about this post